Advertisement
Kronologi Kasus Bule AS Kristen Gray yang akhirnya Dideportasi
Wisatawan mancanegara beraktivitas di kawasan Festival Kuta Sea Sand Land, Pantai Kuta, Bali, Jumat (18/8). - ANTARA/Nyoman Budhiana
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali akhirnya mendeportasi bule Amerika Serikat (AS), Kristen Gray, yang ramai diperbincangkan karena mengajak turis asing pindah ke Bali di masa pandemi.
Hal ini seperti diungkapkan dalam keterangan tertulis Kanwil Kemenkum HAM Bali pada Selasa (19/1/2021).
Advertisement
BACA JUGA : Viral Kristen Grey: Bule Amerika yang Tinggal Bali Jadi Bahan
“Tindak Lanjut yang dilakukan adalah warga negara Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian [pengusiran] sebagaimana tersebut pada pasal 75 ayat 1 dan ayat 2 huruf f UU No. 6/2011,” seperti ditulis dalam keterangan tersebut.
Sementara ini, Gray ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar sebelum pendeportasian.
Dalam keterangan tersebut, Kepala Kantor Wilayah, Jamaruli Manihuruk, mengimbau kepada WNA agar tetap mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti prosedur yang benar tentang pengurusan Visa selama berada di Indonesia.
BACA JUGA : Viral Bule AS Ajak Tinggal di Bali, Ini Hasil Pengusutan Awal
Seperti diberitakan sebelumnya, akun Twitter @kristentootie mengunggah sebuah utasan pada Minggu (17/1/2021) yang berisi ajakan bagi orang asing untuk pindah ke Bali pada masa pandemi COvid-19.
Tak hanya di Twitter, Gray juga mempromosikannya lewat e-book seharga US$30 dan dilanjutkan dengan konsultasi dengan tarif US$50 selama 45 menit.
Cuitan akun twitter @kristentootie yang mengajak WNA untuk pindah ke Bali saat pandemi dinilai bertentangan dengan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 2/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi COVID-19 .
Selain itu, akibat tindakannya melakukan kegiatan bisnis melalui penjualan e-book dan pemasangan tarif konsultasi wisata Bali, Gray dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
BACA JUGA : Turis Ini Dideportasi karena Ajak Tinggal di Bali saat Pandemi
Berdasarkan keterangan Kantor Imigrasi Wilayah Bali, Gray masuk ke Indonesia sejak 21 Januari 2020 pukul 23:04:54 WITA melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Gray telah melakukan perpanjangan Izin Tinggal pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada 22 Desember 2020 yang berlaku sampai dengan 24 Januari 2021.
Petugas Imigrasi juga memanggil sponsor Gray yang berinisial IGW ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Dia dapat masuk ke Bali dengan mudah melalui agen dengan tawaran biaya hidup yang murah, nyaman dan ramah bagi LGBTQ+.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Kasus Pelecehan Siswi SLB Jogja Naik ke Penyidikan, Korban Trauma
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Gula Tambahan Berlebih Dapat Tingkatkan Risiko Kerusakan Hati
- Bareskrim Bongkar Jual Beli Bayi di Medsos, Harga Capai Rp80 Juta
- Tips Merawat Motor Saat Musim Hujan dari Honda Jogja
- Mudik Gratis 2026 Dibuka 1 Maret, Kuota 15.834 Penumpang Bus
- Geopark Jogja Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
- BPNT Kulonprogo 2026 Disalurkan, Penerima Turun Jadi 904 KPM
- 7 Rempah Dapur yang Bisa Membantu Mengelola Gejala PCOS
Advertisement
Advertisement







