Advertisement
Vaksinasi Covid-19 Berhasil, MTI Prediksi Penumpang Pesawat Meningkat
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube - BPMI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memprediksikan pertumbuhan penumpang angkutan udara pada tahun ini bisa sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pada tahun lalu mencapai hingga 45 juta penumpang dengan catatan program vaksinasi berhasil dilakukan secara menyeluruh.
Ketua I Mayarakat Transportasi Indonesia (MTI) Suharto Abdul Majid mengatakan masyarakat sebaiknya menyikapi program vaksinasi tak terlalu berlebihan dan buru-buru bergembira.
Advertisement
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 di Bantul Bakal Dimulai Februari
Kondisi pandemi Covid-19 global hingga tahun ini masih diliputi ketidakpastian. Menurutnya dengan grafik pergerakan pandemi global yang tinggi menyimpan konsekuensi penurunan penumpang dan kondisi yang tak banyak beranjak seperti pada tahun lalu yakni sebesar 55 persen hingga 60 persen.
Namun, lanjutnya, dia kalau program vaksinasi berjalan lancar dan semua masyarakat ikut mendukung program ini akan turut membangun kepercayaan industri aviasi.
Selanjutnya, kata dia, pemerintah dan industri juga masih perlu mengukur seberapa lama program vaksinasi ini berjalan menyeluruh.
Hal tersebut akan menjadi indikator untuk mendongkrak pertumbuhan. Secara logika, masyarakat yang sudah divaksinasi akan merasa lebih percaya diri dan mau melakukan perjalanan udara tanpa merasa was-was. Terlebih, tekannya, kebutuhan bertransportasi tetap dibutuhkan bagi masyarakat luas.
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 di Kota Jogja Dilakukan 2 Tahap
“Itu berhasil saya optimis bahwa maskapai akan bertumbuh tidak lagi seperti pada 2020. Tambahan penumpang maupun kargo bisa 20 persen sampai 30 persen dengan catatan vaksinasi berhasil. Lalu kemudian juga grafik daripada Covid-19 turun. Dua hal jadinya. Vaksinasi berjalan berhasil kemudian secara grafik turun,” ujarnya, Jumat (15/1/2021).
Meski demikian, tekannya, vaksinasi juga memang tak akan membuat langsung pulih seperti kondisi pada 2019. Suharto memproyeksikan pemulihan industri minimal seperti pada 2019 paling cepat memakan waktu selama dua tahun, yakni pada 2022 atau 2023.
“Bisa dapat mendongkrak tahun ini dari tadinya pada 2020 sebesar 35 juta -37 juta saya optimis dengan tambahan katakanlah 20 persen -30 persen menjadi sekitar 40 juta-45 juta dengan catatan tadi ya Kalau ternyata nggak berhasil lalu ada virus varian baru berkembang. Saya kira angkanya nggak jauh berbeda kondisi 2020,” tekannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Ledakan Pipa Gas TGI Rusak Lima Rumah Warga
- Pakar: Indonesia Waspadai Eskalasi ASVenezuela
- DJP Nonaktifkan Pegawai Tersangka OTT KPK
- iPhone Air 2 Dirumorkan Pakai Layar Baru dan Baterai Lebih Awet
- Thom Haye Sebut Keluarganya Dapat Ancaman Pembunuhan
- Penangkapan Maduro Jadi Alarm Ketahanan Nasional Negara Berkembang
- Cuaca DIY Senin 12 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan
Advertisement
Advertisement




