Advertisement
Sempat Dihentikan karena Covid-19, Sejumlah Proyek Fisik di Magelang Ini Akhirnya Selesai
Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan IV Pemerintah Kota Magelang, di Ruang Adipura Kencana, Selasa (12/1/2021). - Ist/dok Prokompim Pemkot Magelang
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG - Pandemi Covid-19 yang muncul pada Maret 2020 membuat proyek fisik Pemkot Magelang berhenti. Meski demikian, capaian proyek fisik pembangunan daerah di Kota Magelang selesai 100 persen hingga akhir tahun 2020. Seluruh pembangunan fisik berjalan sesuai rencana.
Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang, Bowo Adrianto mengakui pandemi mengubah beberapa proses pembangunan karena harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti pembatasan jumlah pekerja. Selain itu, pembangunan juga sempat terkendala cuaca.
Advertisement
"Ini tentunya kabar gembira dan harus kita pertahankan. Meskipun pandemi dan kondisi cuaca, tapi progres pembangunan fisik organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Magelang berjalan seperti yang kita harapkan," kata Bowo, di sela Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan IV di Ruang Adipura Kencana, Selasa (12/1/2021).
Baca juga: Tanah Longsor di Magelang Menimpa Pengendara Sepeda Motor, Satu Orang Tewas
Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, para pejabat Pemkot Magelang, Camat, Lurah, dan lainnya.
Bowo menjelaskan, sejumlah proyek fisik yang diselesaikan pada tahun 2020 antara lain, pembangunan gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang (DPUPR), pembangunan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH), rehab sedang/berat Puskesmas Pembantu Gelangan, dan peningkatan saluran drainase perkotaan kawasan Jalan Beringin VII.
Selain itu, ada pembangunan fisik pemeliharaan Jalan Tidar Soka, penyempurnaan fisik sarana dan prasarana lapangan tenis outdoor, dan rehab Masjid Baitul Makmur, kompleks Kantor Walikota Magelang.
Ia menyebut, hampir semua proyek fisik dihentikan saat awal pandemi Maret 2020 lalu. Barulah ketika kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, proyek fisik ini dilanjutkan kembali.
Baca juga: Kemenag Sleman Gelar Khitanan Sesuai Protokol Kesehatan
"Saat masuk di triwulan ketiga ada kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, sehingga administrasi penatausahaan baru bisa direalisasikan mulai triwulan keempat," ucapnya.
Ia berharap, pada tahun anggaran 2021, target waktu dan penyelesaian bisa lebih bagus lagi. Ia pun meminta, jika ada kendala atau permasalahan dalam kegiatan pembangunan fisik, agar aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Di sisi lain, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Nanang Kristiyono menambahkan, capaian pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang tahun 2020 tetap mengalami kenaikan. Persentase capaian dari target PAD tahun 2020 bahkan mencapai 120,91 persen.
"PAD tahun 2020 sebesar Rp290.689.431.646 mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 sebesar Rp273.582.932.151. Sedangkan berdasarkan target capaian pada tahun 2019 terealisasi 112,86 persen dan di tahun 2020 ini juga melebihi target mencapai 120,91 persen," kata Nanang. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
- Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya
- 869 Ribu PBI JKN Aktif Lagi, Mensos Ungkap Skema Reaktivasi
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
Advertisement
Cuaca Tak Menentu, Gabah Petani Gunungkidul Dijemur di Dalam Rumah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jukir Diserang Sajam di Jalan Godean, Pelaku Ditangkap
- Mahasiswa UNY Soroti Pelemahan Aktivis Lewat Mekanisme Administratif
- Calvin Verdonk Bantu Lille Lolos 16 Besar Liga Europa
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 27 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Jumat 27 Februari 2026
- Cuaca DIY Jumat 27 Februari 2026: Seluruh Wilayah Alami Hujan Ringan
- Pemadaman Listrik: Sedayu, Jogja, Wates dan Kalasan Kena Giliran
Advertisement
Advertisement








