KAI Segera Bangun Jembatan KA yang Roboh di Brebes

Jembatan rel kereta api (KA) ambruk di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (12/1/2021). - Antara/Oky Lukmansyah
13 Januari 2021 14:47 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jembatan rel kereta api yang baru akan dibangun sebagai pengganti jembatan yang roboh di Brebes, Jawa Tengah, akibat banjir pada Senin (11/1/2021).

Pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana kontrak pemeliharaan dan operasional atau infrastructure maintenance and operation (IMO).

Jembatan rel BH 1120 bentang 180 meter antara petak jalan Stasiun Bumiayu - Linggapura pada KM 305/56 Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong,  Brebes roboh akibat banjir. Jembatan ini berada di jalur ganda lintas Selatan Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. 

Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo mengatakan jembatan ini terputus akibat meluapnya Sungai Glagah yang menggerus struktur dasar bangunan tiang jembatan.

Hujan yang terus menerus dengan intesitas tinggi di Brebes telah menyebabkan banjir dengan arus deras yang menyebabkan tiang pilar jembatan setinggi 22 meter roboh dan patah, serta bantalan rel sepanjang 50 meter mengalami hal yang sama. 

"Untuk langkah ke depan, kami akan mengevaluasi penanganan jembatan lama yang rusak dengan bangunan baru menggunakan alokasi dana IMO mengingat konstruksi jembatan lama masih menggunakan pondasi dangkal," ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Heru juga meminta kepada PT KAI dan Balai Teknik untuk memantau semua kondisi jembatan, khususnya bangunan lama dan mendeteksi dini potensi banjir besar  yang bisa mengganggu bangunan KA, termasuk jalur atau daerah rawan longsor yang bisa berpotensi mengganggu perjalanan KA.

Lebih lanjut, Heru mengatakan setelah ada laporan kejadian ini, pihak terkait dari unsur PT KAI Daop 5 Purwokerto dan BTP Jawa Bagian Tengah langsung melakukan langkah mitigasi.

Langkah mitigasi yang dimaksud adalah melakukan perubahan pola operasi dan menempatkan petugas jaga di lokasi rawan kejadian dalam waktu 24 jam serta melakukan pemantauan kondisi jembatan paska kejadian. 

Kejadian ini telah menyebabkan gangguan perjalanan KA sehingga berdampak pada perubahan pola operasi perjalanan KA.

Beberapa KA perjalanannya harus memutar lewat Kroya – Bandung – Cikampek, diantaranya KA Gajayana relasi Malang – Gambir, KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan – Gambir, KA Bima relasi Malang – Gambir, KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen dan KA Senja Utama Solo relasi Solobalapan – Pasarsenen.

Kemudian, perjalanan KA yang memutar melewati Prupuk – Tegal diantaranya yaitu KA Gajayana relasi Gambir – Malang dan KA Parcel Tengah.

Jembatan ini berada pada jalur ganda dan struktur jembatan antara jalur hulu dan hilir terpisah, sehingga setelah dilakukan evaluasi terhadap jembatan yang sebelahnya masih kuat dilalui KA. 

“Alhamdiulillah saat ini lintas ini sudah bisa dilewati KA dengan satu jalur dengan pembatasan kecepatan” tekannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia