Advertisement
SBY Ikut Bicara Soal Vaksinasi, Sebut Bisa Chaos Bila Janji Kepada Rakyat Tak Ditepati
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika masih menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, menyapa warga saat mengunjungi kota Pekanbaru, Pekanbaru, Riau, Minggu (16/12/2018). - ANTARA/Aswaddy Hamid
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pemerintah untuk menepati janjinya kepada rakyat, termasuk soal vaksin dan vaksinasi Covid-19.
SBY membagikan catatan berjudul 'Indonesia Tahun 2021: Peluang untuk Sukses Ada, Jangan Kita Sia-Siakan' di akun Facebook resminya, Jumat (8/1/2021).
Advertisement
Dalam subjudul Menghentikan Pandemi Covid-19 di catatan itu, jendral purnawirawan TNI yang akrab disapa SBY ini menyebut bahwa kehadiran vaksin merupakan harapan baru. Sangat mungkin, ujarnya, vaksin dan vaksinasi Covid-19 menjadi titi balik untuk mengakhiri pandami Covid-19 di seluruh dunia.
Baca juga:14 Tahanan KPK Terkonfirmasi Positif Covid-19
"Tentunya termasuk Indonesia. Karenanya, vaksinasi sebagai program pemerintah dan gerakan nasional haruslah benar-benar sukses," tulis SBY dalam catatan itu.
Menteri koordinator bidang politik di era kepemimpinan Abdurrahman Wahid dan Megawati ini memberi catatan bahwa vaksinasi untuk 200 juta lebih warga tentu memerlukan waktu. Realisasinya pun dihadapkan pada tantangan geografi, demografi, dan infrastruktur kesehatan serta distribusinya.
"Kapan berbagai jenis vaksin yang dipesan pemerintah datang di Indonesia, sesuai kesanggupan penjualnya, juga harus menjadi bagian dari perencanaan yang realistik," ujarnya.
Baca juga: Kapolri Keluarkan Instruksi untuk Tingkatkan Operasi Yustisi di Seluruh Daerah
Di samping itu, SBY mengigatkan pemerintah harus menyiapkan anggaran yang cukup besar. Apalagi, Presiden Jokowi telah menjanjikan vaksin gratis bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di sisi lain, jelas SBY, keuangan negara dan ruang fiskalnya sudah sungguh terbatas. Menurutnya, negara tak bisa terus menerus berutang, karena utang yang kian menggunung akan menambah beban ekonomi yang kini sudah sangat berat.
"Point saya adalah apa yang telah dijanjikan oleh pemerintah kepada rakyat harus benar-benar ditepati. kalau tidak, misalnya karena salah perencanaan dan salah hitung, bisa menimbulkan chaos tersendiri. Hal begitu juga akan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah (mistrust). Kalau ini terjadi dampaknya buruk. Masyarakat bila panik dan kehilangan harapan. Keseluruhan upaya mengatasi pandemi di negeri ini juga bisa gagal," tegas SBY.
Lebih lanjut, SBY menilai sebenarnya pemerintah mampu untuk mengelola vaksinasi dengan baik. Syaratnya, sebut dia, lakukan manajemen krisis yang efektif serta bekerja siang dan malam, bukan business as usual.
"Saya yakin rakyat Indonesia, termasuk saya, sangat berharap pemerintah dapat melakukan vaksinasi nasional dengan baik. Harus sukses dan tak boleh gagal, karena itulah jalan bagi pengakhiran pandemi di negeri ini," tulis SBY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Como vs Inter 0-0, Tiket Final Piala Italia Ditentukan di Milan
- BeAT and Battle, Honda Istimewa Ajak Komunitas Honda Jelajah Magelang
- Hasil Wolves vs Liverpool 2-1, The Reds Gagal Tembus 4 Besar
- Kembali Longsor, Jalur di Tanjakan Clongop Gedangsari Ditutup
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- Viral di X, Isu Sabu Meleleh Dibantah Polri
- BTS Rilis Daftar Lagu Album ARIRANG, Comeback Live Tayang di Netflix
Advertisement
Advertisement








