Setelah Turki dan Brazil, Ketidakpastian Menyelimuti Efektivitas Vaksin Sinovac dari China

Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n
25 Desember 2020 18:07 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Meski hasil sementara vaksin Sinovac Biotech Ltd. di Brazil dan Turki yang menunjukkan vaksin tersebut memiliki tingkat proteksi, belum ada hasil final yang memastikan seberapa aktif vaksin tersebut mampu melindungi manusia dari Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Bloomberg, Jumat (25/12/2020), Sinovac masih menyelesaikan uji klinis fase III di Brazil, Turki, Indonesia, dan Chili.

Menurut informasi tersebut, data-data yang dikumpulkan relatif independen satu sama lain dan dilakukan dengan protokol yang berbeda daripada mengacu pada standar terpadu yang biasanya dilakukan dalam menjalankan uji klinis yang sama.

Periset di Brazil pada bulan lalu menunda perilisan informasi lengkap mengenai vaksin karena temuan menunjukkan vaksin tersebut hanya memiliki efektivitas lebih dari 50 persen.

Sekretaris Kesehatan Sao Paulo Jean Gorinchteyn menyatakan efektivitas vaksin belum menyentuh 90 persen yang membuatnya kurang berhasil dibandingkan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc. dan Moderna Inc.

“Kami tidak tahu seberapa besar tepatnya efektivitas di atas 50 persen ini [vaksin], bisa saja 60 persen, 70 persen, atau 80 persen. Tetapi efektivitas ini memungkinkan untuk mengurangi dampak pandemi ini terhadap populasi,” kata Gorinchteyn.

Lebih membingungkan lagi, Turki menyatakan uji klinis vaksin Sinovac menunjukkan bahwa efektivitas vaksin tersebut mencapai 91,25 persen. Sayangnya, uji klinis tersebut hanya berdasarkan dari 29 kasus yang tidak memadai untuk diambil kesipulan terkait efektivitas vaksin.

BACA JUGA: Ponpes Rizieq Shihab Digusur PTPN, FPI Tuntut Ganti Rugi

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Sinovac menolak untuk berkomentar terkait efektivitas vaksin Covid-19.

Sebaliknya, vaksin produksi Pfizer dan Moderna telah membuktikan mampu mengurangi gejala Covid-19 di atas 90 persen.

Sinovac tengah bertaruh terhadap kesuksesan vaksin produksinya untuk melindungi nyawa, terutama di negara berkembang seperti Brazil yang memiliki akses terbatas terhadap Pfizer dan Moderna.

Vaksin Sinovac lebih cocok digunakan di negara berkembang karena vaksin itu bisa disimpan di suhu normal lemari pendingin, sedangkan vaksin Pfizer dan Moderna harus dibekukan ketika dipindahkan.

Sumber : Bloomberg