Advertisement
Reshuffle, Fadjroel Bocorkan 3 Pesan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) dan M. Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (5/2/2020). - Bisnis/Muhammad Khadafi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengingatkan kembali tiga dari tujuh perintah kabinet yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada menteri-menterinya. Hal itu untuk menanggapi isu perombakan atau reshuffle kabinet hari ini, Selasa (22/12/2020).
Perintah tersebut disampaikan Presiden RI Jokowi saat memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju 23 Oktober 2019. Fadjroel menyebutkan Presiden tidak akan melindungi yang terlibat korupsi termasuk dua menteri yang tertangkap KPK, yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Advertisement
"Kemudian Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah menghormati proses hukum di KPK," ungkap Fadjroel dalam unggahan YouTube metrotvnews yang berjudul "Ada Reshuffle Kabinet Besar-besaran di Rabu Pon?" yang dikutip Selasa (22/12/2020).
Dia lalu juga memastikan perubahan dua menteri yang terlibat kasus korupsi. Namun, Fadjroel mengaku belum mendapat arahan dari Jokowi terkait perubahan posisi lain menteri lain.
Pasalnya, kata dia, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Fadjroel kemudian menyebutkan tiga dari tujuh perintah Jokowi pada tahun lalu ketika memperkenalkan kabinetnya.
"Termasuk kami ingin tambahkan pada tanggal 23 Oktober 2019, Pesiden Joko Widodo itu tegas sekali mengatakan dalam tujuh perintah kabinet saya ambil tiga saja yang terpenting," kata Fadjroel.
Berikut tiga poin terpenting dari pesan Jokowi yang dibacakan kembali oleh Fadjroel Rachman:
1. Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi, nah ini jadi peringatan yang pertama
2. Kalaupun nanti terjadi pergantian, tentu terhadap dua orang yang pertama yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan Perikanan itu. Sudah tegas mengatakan tidak ada visi misi menteri, yang ada visi misi Presiden dan Wakil Presiden.
3. Semuanya harus bekerja serius. Saya (Presiden) pastikan yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius bisa saya copot ditengah jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Maguwoharjo Ditarget Rampung Desember
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- IUP Bermasalah Terancam Dicabut, Prabowo Beri Waktu Seminggu
- Prabowo: 70 Persen Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
- Penyerbuan Al Aqsa Picu Kecaman, MHM Soroti Pelanggaran
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
- Jadwal KRL Jogja-Solo 9 April 2026, Lengkap dari Tugu
Advertisement
Advertisement







