Terima Uang Rp300.000 dari Imam Nahrawi, Pengawal Tahanan KPK Dipecat

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kiri) dan Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - JIBI/Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan
21 Desember 2020 17:07 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang petugas pengawal tahanan KPK dipecat karena menerima duit Rp300.000 dari eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menprora) Imam Nahrawi.

"Betul," kata Anggota Dewas KPK Harjono saat dikonfirmasi JIBI, Senin (21/12/2020).

Pemecatan pegawai KPK tersebut diputuskan dalam sidang etik Dewas KPK. Di sisi lain, penasihat hukum Imam Nahrawi Wa Ode Nur Zainab mengaku tidak mengetahui ihwal pemberian uang tersebut.

Dia mengatakan bahwa dia tak pernah melihat kliennya membawa uang selama menjadi tahanan KPK. Oleh karena itu dia tidak yakin pengawal tahahan itu menerima duit dari eks Menpora tersebut.

"Saya tdk yakin akan hal itu, karena setahu saya selama ini Pak Imam tidak pegang uang selama di Rutan (sesuai aturan Rutan). Untuk kebutuhan makan, sudah tersedia dari Rutan dan dapat kiriman makanan dari keluarga saat jadwal kunjungan," katanya.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Hal itu disampaikan Hakim Ketua Rosmina saat membacakan putusan, Senin (29/6/2020).

Selain pidana, Imam juga dihukum membayar denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sejumlah Rp18,15 miliar. Jika uang tersebut tidak diabayarkan paling lambat 1 bulan setelah putusan maka harta milik Imam dapat disita untuk kemudian dilelang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia