LIPI: Anak Muda dan Pekerja Perempuan Paling Rentan Terkena Dampak Covid-19

Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). Kunjungan Menaker tersebut guna memastikan pekerja perempuan pada sektor industri tidak mendapatkan perlakuan diskriminatif serta untuk mengecek fasilitas laktasi dan perlindungan kesehatan bagi pekerja terutama saat pandemi Covid-19. - Antara/M. Risyal Hidayat
21 Desember 2020 16:07 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Herry Yogaswara menyebut pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19 akan mengakibatkan masyarakat yang tergolong near poor akan menjadi miskin.

Herry mengatakan, peningkatan jumlah rumah tangga miskin ini akan berdampak signifikan pada kualitas kesehatan masyarakat, termasuk terkait upaya menekan kasus kematian ibu dan bayi, prelevansi stunting pada balita, hingga pencegahan penyebaran penyakit menular.

Kondisi tersebut menurutnya akan menghambat pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Hal ini berlawanan dengan target capaian RPJMN 2020-2024 Bidang Kependudukan yang didasarkan skenario kehidupan yang normal tanpa situasi bencana pandemi," katanya dalam siaran pers, Senin (21/12/2020).

Sejalan dengan itu, Studi Pusat Penelitian Kependudukan LIPI pada Juni 2020 terkait dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan menunjukkan, masyarakat yang tergolong usia muda (15-24 tahun) dan tenaga kerja perempuan memiliki tingkat kerentanan paling tinggi akan kehilangan pekerjaan dan menganggur.

“Kondisi ini berpengaruh pada kelangsungan hidup pekerja serta keluarganya,” jelas Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Ngadi.

Di sisi lain, menurut Ngadi, tenaga kerja usia muda dan perempuan merupakan sasaran utama untuk mengoptimalkan capaian bonus demografi yang saat ini sedang dihadapi Indonesia.

Oleh karena itu, Herry mengatakan berbagai rencana kebijakan, program, dan target untuk jangka pendek, menengah, dan panjang perlu mengakomodasi dampak yang ditimbulkan dari situasi ini, misalnya program perlindungan sosial yang masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sebagai langkah agar berbagai program tersebut dapat efektif mencegah dan menyelamatkan kelompok masyarakat menengah ke bawah dari jurang kemiskinan di Indonesia, LIPI bekerja sama dengan BKKBN, FEB UI, dan IPADI menyelenggarakan webinar Indonesian Demographic Outlook 2021: Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Sasaran RPJMN Bidang Kependudukan pada Selasa (23/12/2020).

Harry mengatakan acara tersebut merupakan hal penting untuk mendiskusikan dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19, serta untuk memberikan saran berbagai alternatif dan solusi terkait problematika kependudukan.

Webinar akan dihadiri beberapa narasumber Staf ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia