Penelitian Dosen FK UKDW: Pelembap Bantu Redakan Gatal pada Pasien Cuci Darah
Rasa gatal kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau cuci darah
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Virus Corona diyakini mudah menyebar di tempat tertentu yang tidak punya sirkulasi udara yang baik.
Para pakar kesehatan menyarankan untuk menghindari tempat ramai dengan ventilasi udara yang buruk selama pandemi. Dalam hal ini, ada beberapa tempat spesifik yang nyatanya perlu Anda hindari untuk mengindari infeksi Covid-19.
Melansir dari Huffpost, berikut adalah beberapa tempat paling umum yang bisa menyebarkan pandemi, antra lain:
1. Tempat Perkumpulan Sosial
Michelle Krasowski, pustakawan di San Francisco Bay Area mengatakan bahwa pertemuan dalam berbagai bentuk telah menjadi tempat yang cukup berisiko.
“Orang-orang telah terinfeksi pada pertemuan kecil yang diikuti kurang dari enam orang, baik di dalam maupun di luar ruangan,” kata Krasowski.
Jika Anda makan di dalam ruangan atau di dalam tenda dengan orang-orang yang melepaskan masker, maka risiko infeksi Covid-19 meningkat secara eksponensial.
2. Restoran dan Bar
Sebagian besar data pelacakan kontak yang dipublikasikan online secara konsisten menemukan bahwa bar dan restoran berperan dalam transmisi Covid-19.
Menurut Anna Bershteyn, seorang profesor di departemen kesehatan populasi di New York University dan ahli dalam pemodelan Covid-19 mengatakan bahwa tidak semua restoran dan bar memiliki risiko yang sama. Risikonya kemungkinan lebih rendah dengan tempat makan di luar ruangan yang diberi jarak dengan luas.
3. Gym dan Studio Kebugaran
Sebuah studi baru-baru ini yang mengevaluasi data transmisi menentukan bahwa gym adalah tempat paling berisiko kedua dalam menularkan Covid-19 setelah restoran.
Saat orang berolahraga, mereka terengah-engah lebih dari biasanya, mengeluarkan tetesan pernapasan ke ruangan. Jika tidak ada banyak aliran udara, tetesannya dapat menggantung di udara selama berjam-jam dan kemudian terhirup orag lain.
4. Tempat Beribadah
Pertemuan keagamaan juga menempati urutan teratas dalam laporan pelacakan kontak dari Connecticut, Delaware, North Carolina, Maryland dan Washington, D.C.
Di gereja dan pertemuan keagamaan, orang cenderung menyanyi atau berdoa mengeluarkan tetesan ke udara dan berkumpul bersama di dalam ruangan untuk jangka waktu yang lama.
5. Tempat Kerja Tertentu
Pelacak kontak Montana memperkirakan bahwa 1 dari 6 orang terpapar di tempat kerja. Dalam hal ini pabrik dan gudang menjadi sumber penularan Covid-19.
“Kami telah melihat datanya dan sudah pasti terjadi (penularan) terutama pada industri di mana orang-orang berada dekat dan ada suara keras mesin yang membuat mereka harus berteriak dan berbicara satu sama lain,” kata Bershteyn.
6. Toko
Sebuah studi dari Boston juga menemukan bahwa pekerja toko kelontong memiliki risiko yang besar karena mereka berinteraksi dengan begitu banyak pelanggan.
Oleh karena itu, Krasowski menekankan bahwa di manapun Anda pergi, cobalah membatasi berapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan orang lain yang berpotensi terinfeksi dan jaga agar ventilasi tetap baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rasa gatal kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau cuci darah
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.