Wujudkan Swasembada Masker Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Koordinasi antar oganisasi terkait program swasembada masker. - Ist.
16 Desember 2020 11:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan menggalakkan program swasembada masker dalam rangka merespons pandemi Covid-19. Mengingat masker saat ini menjadi kebutuhan primer secara nasional.

Swasembada masker ini diupayakan oleh Gerakan Pakai Masker (GPM), PP Muhammadiyah dengan melibatkan Aisyiyah serta Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jogja. Organisasi ini bersinergi untuk melakukan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan swasembada masker dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Ketersediaan masker secara nasional menjadi salah satu perhatian di masa pandemi. Karena masker sudah menjadi kebutuhan primer untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka perlu adanya swasembada masker,” ungkap Indro Kussambodo pengurus Gerakan Pakai Masker (GPM) dalam rilisnya Rabu (16/12/2020).

BACA JUGA : Jogja Terima 50.000 Masker dari Korea Selatan

Gerakan itu dilakukan karena pandemi yang diakibatkan oleh Covid-19 kemungkinan masih berlangsung sampai vaksin tersalurkan ke masyarakat. Sehingga pemenuhan masker menjadi hal yang sangat penting. Pihaknya menyerahkan bantuan mesin jahit dari PT Rintis Sejahtera melalui GPM kepada lima Panti Asuhan binaan ‘Aisyiyah. Harapannya alat tersebut dapat digunakan untuk memproduksi masker.

“Bantuan ini sebagai langkah awal saja, selanjutnya mereka akan kami berikan pelatihan pembuatan masker bersama dengan IFC [Indonesian Fashion Chamber],” katanya.

Ia menambahkan selanjutnya akan diberikan pelatihan produksi hingga memperluas keahlian dalam produksi termasuk distribusi masker ke masyarakat. Pihaknya berharap program swasembada masker itu bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Distribusi masker ini akan dilakukan oleh GPM dan Muhammadiyah atau melalui partner yang ada nantinya,” ujarnya.

BACA JUGA : Keluar Rumah Harus Terus Pakai Masker

Pengurus Senior IFC Lia Mustafa mengatakan program ini bisa dikembangkan tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan masker, namun bisa diarahkan ke aspek fashion, kenyamanan dalam penggunaan masker. “Kami berharap kolaborasi dan pelatihan ini ke depannya bisa berkembang ke kota lain, tidak hanya di Jogja,” paparnya.

Perwakilan IFC DIY Philips Iswandono menilai industri kreatif sangat berperan dalam rangka mendukung swasembada masker. Program ini sekaligus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pembuatan masker.

“Kami siap memberikan pendampingan, ini bisa untuk usaha skala rumah tangga, UMKM, membantu ekonomi masyarakat,” ujarnya.