Stafsus Presiden Ayu Kartika Dewi Positif Covid-19 Usai Kunjungan

Petugas medis memperlihatkan sampel darah pengemudi angkutan umum saat tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
11 Desember 2020 00:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Staf Khusus Presiden, Ayu Kartika Dewi menyampaikan bahwa dirinya kini berstatus positif Covid-19. Hal itu disampaikannya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @ayukartikadewi, Kamis (10/12/2020).

“Saya positif Covid-19,” tulisnya dalam keterangan foto yang diunggahnya tersebut.

Masih dalam unggahan yang sama, dia menuliskan bahwa akan mendonorkan plasma darahnya jika sudah sembuh nanti, serta mengajak penyintas Covid-19 lainnya untuk melakukan hal yang sama. Adapun sumbangan plasma darah yang sudah mengandung antibodi tersebut bisa dijadikan bahan penelitian guna pengembangan vaksin.

BACA JUGA : Pimpinan Ormas Pemuda Jalani Rapid Test Bersama Staf

Mantan Stafsus Gubernur DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini juga menceritakan bagaimana dia tertular Covid-19.

Ayu mengaku disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan terutama dalam memakai masker. Dia yang tinggal di apartemen mengatakan jarang keluar kamar dan jika harus keluar pun pasti mengenakan masker.

Namun, pada pekan lalu setelah berkunjung ke Sigi, Sulwesi Tengah dia sempat makan bersama tiga orang yang kemungkinan salah satu di antaranya positif Covid-19 tetapi tanpa gejala atau suspek. “Karena sempat makan bareng, jadi ya mungkin tertular ketika lepas masker,” ujarnya.

Kendati tidak menyebutkan lokasinya, tetapi saat ini, Ayu menyampaikan bahwa tengah menjalani isolasi.

BACA JUGA : Menteri KKP Edhy Prabowo Dikabarkan Terkena Covid-19

Selain itu, dia ini juga memastikan bahwa telah lama tidak bertatap muka dengn Presiden Joko Widodo sehingga dapat disimpulkan tidak ada kemungkinan dirinya menulari Kepala Negara.

Lebih lanjut, tujuan Ayu menceritakan kondisinya ini adalah sebagai bentuk transparansi agar semua orang yang merasa berkontak dekat dengannya dalam 14 hari terakhir bisa memeriksakan kesehatannya dan melakukan isolasi agar tidak memperluas penularan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia