Banjir di Deli Serdang, 5 Orang Meninggal, 2 Hilang

Tim SAR menyisir Sungai Belawan untuk mencari korban hilang, Sabtu (5/12/2020). - Ist
05 Desember 2020 18:07 WIB Cristine Evifania Manik News Share :

Harianjogja.com, MEDAN - Banjir di perumahan D Flamboyan, Kabupaten Deli Serdang, akibat jebolnya tanggul Sungai Belawan menelan lima korban jiwa. Korban tewas yang diketahui identitasnya berjumlah empat orang. Tim SAR Kota Medan menyebut terdapat dua orang korban yang dinyatakan hilang.

Keempat korban jiwa bernama Juwita Simanjuntak, 29; Arista Simanjuntak, 24; Satria Eka Winarya, 18; dan Nur Fitri. 24. Keempat korban merupakan warga yang tinggal di perumahan D Flamboyan Jalam Besar Tanjung Selamat Dusun III Desa Tanjung Selamat Kec. Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

Adapun, dua korban hilang bernama Immanuel Sihaloho, 2; dan Herman Asmen, 28. Tim SAR Kota Medan masih melakukan pencarian mulai dari jembatan di perumahan D Flamboyan menjju hilir sungai.

"Saat ini tim msih melakukan pencarian korban hilang. Sekitaran pinggiran sungai juga tidak luput dilakukan pencarian. Dikhawatirkan bilamana korban tersangkut di darat yg diakibatkan luapan air sungai tersebut namun hingga saat ini korban belum diketemukan," kata Humas Tim SAR Kota Medan Sariman Sitorus, Sabtu (5/12/2020).

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi kembali meninjau lokasi banjir pada Sabtu, (5/12/2020). Dia menyatakan akan segera melakukan normalisasi Sungai Belawan dalam beberapa langkah.

"Sambil menunggu air itu surut akan melakukan normalisasi sungai Belawan yang sudah sekian lama dangkal. Kedua, exact location sungai ini perlu dievaluasi," kata Edy.

Edy menjelaskan setidaknya genangan air di Sungai Belawan meluap setiap dua tahun sekali. Namun, tidak sampai menyebabkan banjir di pemukiman warga. Cuaca ekstrem dan fenomena La Nina membuat seluruh aliran sungai yang melintasi Kota Medan meluap.

"Lima sungai yang melintas di Kota Medan ini semua naik, Sungai Belawan, Sungai Sikambing, Sungai Mencirim, Sungai Deli, dan Sungai Babura semua naik," tambah Edy.

Mengenai anggaran dana untuk perbaikan infrastruktur, Edy menyatakan sudah ada slot dana yang dianggarkan dari APBD tahun 2020 untuk perbaikan infrastruktur akibat bencana alam.

Hingga Sabtu (5/12/2020) Tim SAR bersama BPBD masih terus melakukan evakuasi. Setidaknya terdapat 331 orang warga yang mengungsi ke posko yang berada Aula Kantor Desa Tanjung Selaamat dan Aula Batalyon Arhanud.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia