KABAR WISATA: Tren Staycation Meningkat di Masa Pandemi, Pilih Hotel Terapkan CHSE

Kolam renang hotel. - Instagram.
05 Desember 2020 13:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berlibur di daerah sendiri atau dikenal dengan istilah staycation saat ini sedang menjadi tren di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat banyak memilih hotel yang tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk menginap, sekedar berlibur menghilangkan penat.

Cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona terutama di daerah tertentu yang masuk di zona merah. Namun untuk melakukan staycation ini masyarakat harus pandai dalam memilih hotel, terutama yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

“Data kami menunjukkan masyarakat cenderung untuk berlibur ke destinasi wisata yang tak jauh dari rumah. Karena ada peningkatan tren staycation dan hotel-hotel yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebagai bentuk inovasi dan dukungan kepada pemerintah dan industri pariwisata Indonesia, kami menghadirkan kampanye liburan dekat rumah dan jajaran fitur yang relevan dalam mengakomodasi wisatawan dalam berwisata di masa pandemi dengan rasa aman dan nyaman,” kata Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa dalam rilisnya, Jumat (3/12/2020).

BACA JUGA : KABAR WISATA: Berhulu di Merapi, Grojogan Watu Purbo

Ia menambahkan tren staycation di sekitar tempat tinggal menjadi pilihan untuk tetap bisa menikmati liburan bersama keluarga di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya ikut mengimbau masyarakat untuk tetap taat dalam menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta cek status Covid-19 di destinasi wisata tujuan.

Program Liburan Dekat Rumah (LDR) ini merupakan salah satu dukungannya untuk memulihkan pariwisata domestik terdampak pandemi Covid-19, termasuk wilayah DIY. Di mana banyak titik di DIY yang memiliki daya tarik wisata budaya dan alam yang cukup tinggi. Pihaknya siap menjadi yang pertama dalam berkolaborasi untuk menghidupkan kembali industri pariwisata serta menggerakkan roda ekonomi di DIY.

“Untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat berlibur, fitur tiketCLEAN dapat digunakan bagi pelanggan untuk memilih akomodasi, transportasi dan tempat wisata lokal yang menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Di DIY, terdapat lebih dari 460 mitra hotel yang sudah memperoleh label tiketCLEAN,” kata Ferdinand Siregar - Area Manager West Indonesia.

Salah satu hotel di Jogja yang telah mendapatkan label ini adalah the Manohara Hotel Yogyakarta yang telah memiliki sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Di mana dalam memberikan pelayanan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Saat akan masuk, tamu lebih dahulu dicek suhu tubuh, kemudian cuci tangan dan setiap depan lift disediakan handsanitaizer. Begitu juga restoran, tempat duduk diatur sesuai jaga jarak dan setiap tamu wajib menggunakan sarung tangan ketika akan mengambil makanan.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Romantic Garden, Wisata

“Finaly, Now we have been CHSE certified from the Ministry of Tourism and Creative Economy,” tulis akun Instagram @themanoharahotelyogyakarta.

Hotel ini terbilang paling unik di Jogja, dengan konsep perpaduan antara tradisional dan modern. Selain itu beberapa propertinya lebih didominasi kayu bebatuan yang berkaitan dengan Borobudur. Bahkan di resepsionis terdapat meja dari batu dengan berat enam ton yang didatangkan langsung dari kawasan Borobudur Magelang. Terdapat sejumlah 118 kamar berbagai tipe mulai deluxe twin hingga manohara suite.

“Selain itu memiliki Rooftop Infinity Swimming Pool hotel terpanjang di Jogja yaitu 38 meter. Sky Bar Rooftop, Tea Garden serta Fitness Center Massage & Spa,” kata Director of Sales & Marketing The Manohara Hotel Yogyakarta, Megasari Rustianty.

Sebelumnya Juru Bicara Penanganan Satgas Covid-19, Reisa Broto Asmoro menyarankan masyarakat untuk menjalankan staycation untuk mengisi masa liburan. Selain untuk refreshing dari rutinitas, cara ini sekaligus bisa menciptakan kedekatan antar anggota keluarga.

BACA JUGA : KABAR WISATA: Kisah Haru Kepulangan Soedirman

"Berlibur itu baik untuk kesehatan psikologis. Tetapi, tidak mengurangi tanggung jawab melindungi diri dan orang lain dari risiko Covid-19. Sikap bertanggung jawab juga baik untuk kesehatan mental, melindungi diri artinya melindungi orang lain juga," ucap Reisa.