Zona Merah Naik Drastis, Pemda Diminta Evaluasi Pelaksanaan 3M

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
02 Desember 2020 13:27 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Daerah zona merah kini naik menjadi 50 dari sebelumnya 28 kabupaten/kota. Satgas Penanganan Covid-19 pun meminta pemerintah daerah dan jajarannya melakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan penanganan Covid-19 pada pekan ini harus menjadi pembelajaran serius untuk memperbaiki diri. Dari peta zonasi risiko per 29 November 2020, jumlah daerah yang masuk zona merah bertambah cukup banyak.

"Bagi pemerintah daerah dan jajarannya, diminta lakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Penegakan kedisiplinan protokol kesehatan harus dimasifkan, dan pelaksaanaan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment di berbagai tatanan kesehatan di daerah," kata Wiku dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Tambah 110, Total Kasus Positif DIY Tembus 6.000

Dia mengaku sangat kecewa karena jumlah daerah yang berada di zona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnnya. Selain itu, jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis.

Dari rincian peta zonasi, pada zona oranye atau risiko sedang jumlahnya meningkat menjadi 374 dari sebelumnya 345 kabupaten/kota. Zona kuning atau risiko rendah, menurun menjadi 75 dari 121 kabupaten/kota.

Juga pada zona hijau tidak ada kasus baru menurun menjadi 6 dari sebelumnya 10 kabupaten/kota, dan zona hijau tidak terdampak juga menurun menjadi 9 dari sebelumnya 10 kabupaten/kota.

"Keadaan ini harus menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri, bagi masyarakat jangan pernah abai, karena cepat atau lambat, Anda akan menjadi penderita Covid-19, jika lengah dalam memproteksi diri, lingkungan ataupun keluarga anda," ujarnya.

Baca juga: Klaster Perkantoran Bermunculan, Pemda DIY Tetap Tak Mau Terapkan WFH

Dia berharap data tersebut bisa menjadi cermin bagi seluruh pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat untuk merefleksikan komitmen bersama dalam mengendalikan Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : bisnis.com