ESDM Siapkan Rp5,2 Triliun, Jargas 2027 Sasar 959 Ribu Rumah
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
Bendera Iran.
Harianjogja.com, TEHERAN — Pemerintah Iran menyatakan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) dapat memanfaatkan periode gencatan senjata untuk memperkuat persenjataan militernya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, Jumat.
“Kami tidak memerlukan gencatan senjata yang memungkinkan musuh untuk kembali mempersenjatai diri dan melakukan agresi lagi,” ujarnya seperti dikutip dari portal resmi pemerintah Iran.
Dukung Diplomasi, Tolak Ancaman Baru
Takht-Ravanchi menegaskan bahwa Teheran tetap mendukung jalur diplomasi dan dialog. Namun, pendekatan tersebut tidak boleh membuka peluang terjadinya serangan baru terhadap wilayah Iran.
Ia juga menyebut rencana 10 poin yang diajukan Iran akan menjadi dasar dalam pembicaraan perdamaian dengan pihak terkait.
Menurutnya, langkah militer Iran selama konflik telah memaksa AS dan Israel untuk meninjau ulang “visi strategis” mereka terhadap Teheran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Dalam kesepakatan itu, Iran juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyampaikan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada Jumat di Islamabad, Pakistan.
Serangan Israel Picu Ketegangan
Di tengah kesepakatan tersebut, serangan militer Israel ke wilayah Lebanon selatan, termasuk di kota Tyre, kembali memicu ketegangan.
Trump menyatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena faktor kelompok Hizbullah.
Namun, Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai dengan AS.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa kelanjutan negosiasi untuk mengakhiri konflik sangat bergantung pada komitmen semua pihak terhadap kewajiban gencatan senjata di seluruh lini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ESDM alokasikan Rp5,2 triliun untuk jargas 2027, targetkan 959 ribu sambungan rumah guna tekan impor LPG.
Dinkes Bantul menargetkan 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 dengan strategi jemput bola hingga komunitas.
PKB DIY mempercepat konsolidasi dan penataan badan partai sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 serta memperkuat struktur organisasi.
BYD M6 DM-i diuji di rute Semarang-Kopeng. Teknologi PHEV diklaim mampu mencapai efisiensi hingga 65 km per liter.
WhatsApp diretas bisa dikenali dari pesan terbaca sendiri hingga perangkat asing yang terhubung. Simak tanda dan cara mengamankan akun.
Milad ke-109 Aisyiyah PCA Ngampilan di Jogja meneguhkan dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, dan semangat perdamaian.