Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Susilo Bambang Yudhoyono/Instagram Ani Yudhoyono
Harianjogja.com, JAKARTA - Amerika Serikat telah menggelar Pemilu yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan agar dinamika politik yang terjadi selama Pilpres Amerika Serikat (AS) 2020 bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia.
SBY mengaku tidak menyangka Negeri Paman Sam yang dianggap sudah mapan dan matang budaya politik hingga peradaban bisa terbelah. Dinamika politik yang sebagian besar kalangan menganggap tidak berpengaruh, ternyata kenyataannya tidak.
"Bangsa kita ini majemuk, sejak merdeka selalu ada perbedaan dan konflik. Oleh karena itu siapapun yang memimpin Indonesia, jagalah. Jangan sampai bangsa ini terbelah, karena mahal sekali harganya," kata SBY yang dikutip melalui tayangan video yang diunggah lewat akun Facebook @SBYudhoyono, Sabtu (28/11/2020).
Baca juga: Data Chat WhatsApp Bisa Dipulihkan, Begini Caranya
Dia melanjutkan berdasarkan pandangan pribadinya, Partai Demokrat merasa ketika Trump memimpin selalu didiskreditkan. Banyak kebijakan dari Presiden Obama yang dibongkar atau seperti ada bentuk deligitimasi.
Selanjutnya, Trump merasa dipermalukan ketika dimakzulkan di Kongres AS, yang mayoritas adalah dari Partai Demokrat. Hal tersebut yang menyebabkan masyarakat setempat menjadi terbelah dan ada polarisasi tajam,
SBY menyebut sebagian kalangan melihat Trump sengaja menjalankan politik yang seperti itu untuk kepentingan politiknya dengan harapan ada pendukung dia yang total mendukungnya. Jadi, Pilpres AS ini memang terjadi dalam suasanya yang masyarakatnya terbelah, sehingga keras sekali.
Baca juga: Tahap Pertama, DIY Dijatah 2,2 Juta Vaksin Covid-19
Dia menilai sejak Pilkada 2017 melihat ada polarisasi yang tajam dalam di dunia politik Indonesia. Identitas menjadi unsur utama dalam kontestasi politik pilkada hingga pemilu di tingkat nasional.
"Ini tidak bagus karena sebuah bangsa yang sudah terbelah di banyak negara, tidak mudah untuk menyatukan kembali. Jangan sampai ke depan nanti, ada parpol yang menyenangi politik identitas maupun polarisasi politik untuk kepentingan politiknya. Itu sangat berbahaya," ujarnya.
Menurutnya, bangsa Indonesia harus bisa membangun budaya politik yang bagus, memastikan bangsa kita harus bersatu apapun dinamika politik yang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).