Advertisement
Ternyata! Maradona Pernah Cetak 2 Gol ke Gawang Indonesia di Piala Dunia
Diego Maradona memampangkan poster dirinya saat Argentina vs Nigeria di Piala Dunia 2018, Rabu (27/6/2018) di Rusia - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Dunia sepak bola tengah berduka usai legenda sepak bola Diego Armando Maradona meninggal dunia dalam usia 60 tahun di Buenos Aires, Argentina, pada Rabu (25/11/2020) waktu setempat.
Dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, Maradona membawa Argentina sebagai juara Piala Dunia 1986 di Meksiko dan menjadi runner-up 4 tahun kemudian pada perhelatan serupa di Italia, dikalahkan Jerman di final dengan skor tipis 0-1 akibat gol penalti Andreas Brehme 4 menit menjelang laga usai.
Advertisement
Pada 1978 Argentina meraih gelar juara dunia pertamanya ketika bertindak sebagai tuan rumah, di final menaklukkan Belanda 3-1 melalui perpanjangan waktu.
Maradona yang saat itu berusia 17 tahun tak dimasukkan ke dalam skuad oleh pelatih Cesar Luis Menotti, karena dianggap belum memiliki emosi yang stabil meski skill-nya sudah diakui mumpuni.
Baca juga: Legenda Sepakbola Argentina, Diego Maradona Meninggal Dunia karena Serangan Jantung
Setahun kemudian di Jepang, Maradona benar-benar menunjukkan kehebatannya untuk tampil sebagai juara Piala Dunia U-20 edisi kedua.
Satu catatan penting bagi Indonesia, Timnas Garuda Muda ketika itu tampil di ajang tersebut, meski hanya sebagai tim pengganti, sayangnya hasilnya sangat memalukan dan memilukan, kemasukan 16 gol tanpa mencetak satu gol pun.
Indonesia menjadi kontestan Piala Dunia U-20 di Jepang setelah di Piala Asia Junior 1978 di Bangladesh finis sebagai perempatfinalis dan tim-tim yang berada di posisi lebih tinggi (Irak, Kuwait, Korea Utara) ataupun yang juga terhenti di 8 besar (Bahrain, Arab Saudi, Iran) menolak menggantikan Irak—sebagai runner-up di bawah Korea Selatan—karena sponsor Piala Dunia U-20 adalah Coca Cola.
Coca Cola merupakan perusahaan Amerika Serikat dan ketika itu AS sedang menjadi musuh bersama Timur Tengah dan Korut akibat kebijakan yang membela Israel dalam perselisihan dengan Palestina.
Indonesia berada di Grup B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Argentina dengan Maradona-nya menghancurkan Didik Darmadi dan kawan-kawan lima gol tanpa balas di Omiya dengan Maradona mencetak dua gol ke gawang yang dikawal kiper Endang Tirtana. Tiga gol lainnya dicetak Ramon Diaz.
Penderitaan Indonesia makin lengkap setelah dalam dua pertandingan berikutnya menyerah 0–6 dari Polandia dan 0–5 dari Yugoslavia. Alhasil, ketika itu Indonesia menyandang rekor buruk sebagai tim paling banyak kemasukan di Piala Dunia U-20 sampai pada edisi 2009 Tahiti menggantikan rekor tak elok itu dengan kemasukan 21 gol tanpa mencetak gol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
- Ketegangan Memanas, Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan AS
- Trans Jogja Makin Praktis, Ini Rute dan Tarifnya
- Arus Balik Semarang Padat, 2.000 Kendaraan per Jam
- Jadwal KA Bandara YIA 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Cek Jadwal Bus DAMRI ke Bandara YIA
- Murah Meriah! Bus Jogja-Parangtritis dan Baron Beroperasi
Advertisement
Advertisement








