Advertisement
Jokowi: Pemerintah Dukung MUI Dakwah Damai dan Tidak Menyebar Kebencian
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10 - 2020) / Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI secara daring pada Rabu (25/11/2020).
Jokowi mengatakan dalam perjalanannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadi tenda besar umat Islam sebagai khadimul ummah sebagai pelayan umat.
Advertisement
Dimana komitmen dan peran MUI telah teruji dalam membimbing, membina dan mengayomi umat Islam dimana pun berada
"MUI telah menjadi tenda besar umat Islam sebagai khadimul ummah sebagai pelayan umat, dengan komitmen dan peran yang telah teruji dalam membimbing, membina dan mengayomi umat Islam dimanapun berada," ujar Jokowi.
Baca juga: Pembakaran Poster Rizieq Shihab, Pakar Hukum Refly Harun: Negara Kita Penuh Persekusi
Pemerintah kata Jokowi pun mendukung ikhtiar MUI yang mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.
Corak keIslaman Indonesia yakni identik melakukan dakwah yang damai, tidak menebar kebencian ataupun merasa benar sendiri.
"Pemerintah mendukung penuh ikhtiar MUI dalam mewujudkan Islam Rahmatan lil alamin dalam kehidupan bangsa yang majemuk, corak keislaman di Indonesia identik dengan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, jauh dari karakter ekstrem dan merasa benar sendiri," tutur dia.
Corak keislaman Indonesia tersebut kata Jokowi justru menunjukkan semangat dakwah yang merangkul sesuai akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: 80 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Klaster Habib Rizieq
"Semangat dakwah kita adalah merangkul bukan memukul, karena hakekat dakwah adalah mengajak umat kepada kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah SAW," tutur dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bersyukur ikhtiar MUI didukung oleh semua elemen bangsa, yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama dan kemajuan bangsa.
Pemerintah kata Jokowi tidak dibiarkan sendirian, namun ditemani, bahkan dibantu oleh berbagai ormas Islam bersama para ulama, para habaib, dan para cendekiawan muslim.
"Inilah modal berharga sebagian sebuah bangsa yang belum tentu dimiliki oleh negara lain," ucap dia.
Tak hanya itu, pemerintah kata Jokowi terus mengerahkan semua sumber daya manusia untuk mengatasi dampak Covid-19.
Kemudian pemerintah juga menyeimbangkan penanganan kesehatan dan penanganan ekonominya, membuat masyarakat aman dari Covid, namun tetap produktif dan mampu bertahan hidup.
Jokowi juga memberikan apresiasi yang tinggi pada langkah responsif MUI dalam mencegah penularan Covid-19, dengan menyusun sejumlah fatwa dan panduan beribadah untuk memastikan keamanan dan kemudahan umat saat beribadah.
Fatwa-fatwa tersebut sangat kontekstual dan senafas dengan prinsip-prinsip kemaslahatan.
"MUI juga sangat konsisten menyuarakan pentingnya kita mematuhi protokol kesehatan termasuk kegiatan beribadah dan berdakwah, mengutamakan keselamatan jiwa di tengah pandemi merupakan prinsip kemaslahatan syariat Islam," tutur dia.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut keterlibatan aktif MUI untuk mengajak umat disiplin menjalankan protokol kesehatan, akan menjadi teladan yang baik.
Dengan keteladanan para ulama, para habaib dan tokoh agama, tokoh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, Jokowi meyakini tugas berat pemerintah akan menjadi ringan.
"Saya mohon MUI juga dapat membantu mengawal program vaksinasi yang akan segera kita lakukan sebagai jalan keluar untuk mengatasi pandemi, agar kesehatan masyarakat cepat pulih dan ekonomi bangkit kembali," ucap Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada jajaran dan seluruh jajaran MUI pusat dan daerah di seluruh Indonesia, atas perannya menjadi jembatan komunikasi antara peran ulama dan pemerintah, antara ulama dan umaroh.
"Atas kontribusinya mencerdaskan dan memberdayakan ekonomi umat sehingga terbangun hubungan yang harmoni dan kondisi bukan hanya di internal umat Islam, tapi juga kerukunan antar umat beragama di seluruh penjuru tanah air," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
Advertisement
Dispar Sleman Tunda Fasilitas Pilah Sampah di Kaliurang, Ini Alasannya
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Hotel dan Homestay Tanpa Izin Tetap Kena Pajak di Bantul
- Pemkab Bantul Usul MBG Ramadan Dibagikan Sore Hari
- Tas Berisi Sajam di Girisubo Gunungkidul, Polisi Lacak Jejak Pemilik
- Kraton Jogja Resmi Izinkan Lahan Sultan Ground untuk Mapolda DIY Baru
- Jadwal Liga Champions Putaran Pamungkas, 16 Besar Jadi Rebutan
- DPRD Bantul Minta MBG Ramadan Patuh Juknis Nasional
- Isu Tunjangan Guru Madrasah Ditunda, Kemenag Bantul Tunggu Surat Resmi
Advertisement
Advertisement



