Jadi Tempat Mendarat Rizieq Shihab, Begini Persiapan Bandara Soekarno-Hatta

Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. - Antara/Fauzan
10 November 2020 02:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TANGERANG - Habib Rizieq Shihab akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara tidak menambah fasilitas tambahan terkait kepulangan tersebut.

"Tak ada tambahan fasilitas di lokasi penjemputan Terminal 3. Semuanya sama seperti biasa dari mulai pemeriksaan kesehatan dan imigrasi," kata Plt Manajer Senior Komunikasi Cabang dan Hukum Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, yang dihubungi di Tangerang, Senin (9/11/2020).

Shihab rencananya mendarat di bandara itu pada 10 November 2020, setelah dia ada di Arab Saudi selama 3,5 tahun.

Baca juga: Rizieq Shihab Kembali ke Indonesia Besok, Ini Permintaan Mahfud MD

Menurut Anwar, mereka terus berkoordinasi dengan petugas keamanan terkait kepulangan dia itu agar tidak mengganggu pelayanan publik di Terminal 3 Kedatangan Internasional yang menjadi lokasi penjemputan.

"Pengamanan sepenuhnya oleh polisi dan TNI. Kami hanya memastikan nanti setelah tiba dan selesai melewati proses administrasi maka akan langsung naik kendaraan dan meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta," katanya.

Sebagai obyek vital nasional, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijaga TNI sesuai UU Nomor 34/2004 tentang TNI, dan secara kewilayahan bandara itu masuk ke dalam wilayah Kodim 0503/Jakarta Barat yang tergabung ke dalam Kodam Jaya.

Baca juga: Bekas Bupati Bengkalis Divonis 6 Tahun Penjara dan Hak Politik Dicabut

Secara hukum, bandara terbesar di Indonesia itu memiliki satuan kewilayahan polisi setingkat polres tersendiri, yaitu Polres Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan organ Polda Metro Jaya.

Anwar mengimbau penjemputan dilakukan secara wajar guna tidak mengganggu operasionalisasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Sebab bandara adalah salah satu objek vital dan banyak kepentingan untuk pelayanan publik. Intinya jangan sampai mengganggu penumpang lain dan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ujarnya.

Sumber : Antara