Fenomena Awan Lenticularis Muncul Di Atas Merapi dan Merbabu

Awan lenticularis di atas Gunung Merbabu. - Solopos
06 November 2020 00:37 WIB ST18-Hery Setiawan News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Awan unik tampak di langit beberapa gunung di Pulau Jawa, seperti Merapi, Merbabu, Arjuno dan lainnya. Awan tersebut menyerupai piring yang menumpuk di pucuk gunung.

Demi menjawab fenomena alam tersebut, Harian Jogja menghubungi Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas.

Reni menjelaskan fenomena awan menyerupai piring yang menumpuk di pucuk gunung disebut awan lenticularis. Awan tersebut memang kerap muncul di kawasan pegunungan. Bentuknya tak selalu seperti piring. Kadang-kadang, katanya ada pula yang berbentuk menyerupai lensa.

“Awan lenticular terbentuk ketika ada arus angin yang mengalir sejajar dengan permukaan bumi. Ketika di depan angin tersebut terhalang pegunungan maka arus angin tersebut terhambat kemudian mengalir secara vertikal [ke atas] menuju puncak awan,” terang Reni.

Lanjutnya, apabila udara tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, kemudian naik menuju puncak gunung, maka saat tiba pada suhu titik embun terjadi proses kondensasi atau pengembunan yang mengikuti kontur puncak gunung. Kontur gunung itulah yang kemudian menghasilkan awan menyerupai piring atau lensa.

“Saat udara tersebut melewati puncak gunung dan bergerak turun, proses kondensasi terhenti. Awan ini mulai terbentuk dari sisi arah datangnya angin [windward side] di puncak gunung kemudian menghilang di sisi turunnya angin [leeward side],” lanjutnya.

Awan lenticularis tak hanya terjadi pada lapisan dekat permukaan bumi. Ketebalan arus udara yang berhembus secara horizontal memiliki lapisan hingga bebeberapa kilometer ke atas. Sehingga, dapat dikatakan bahwa awan lenticularis juga bisa terbentuk di beberapa lapis ketinggian atmosfir.

Reni menegaskan awan lenticularis tak ada hubungannya dengan peningkatan status aktivitas Gunung Merapi. Namun begitu, awan lenticularis justru memiliki pengaruh terhadap akvitas penerbangan. Awan lenticularis dapat dikatakan sebagai tanda keberadaan gelombang gunung. Gelombang tersebut dapat menyebabkan turbulensi terhadap pesawat yang melintas.

“Awan lenticularis berpengaruh terhadap jumlah uap air yang berada di pegunungan. Saat ini sudah masuk musim hujan, sehingga kelembaban udara cenderung lebih basah dibandingkan musim kemarau. Maka demikian, potensi terbentuknya awan lenticularis bisa terjadi,” tutupnya.