Hidup 20 Tahun di Luar Angkasa, 3 Astronot Selamat Mendarat di Bumi

Kru Soyuz yang selamat landing di bumi
23 Oktober 2020 18:57 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tiga orang astronot berhasil mendarat dengan selamat di Bumi setelah berada di stasiun ruang angkasa dengan membawa pesawat ruang angkasa yang telah beroperasi selama 20 tahun dikutip dari Space Jumat (23/10/2020).

Pesawat luar angkasa Soyuz MS-16 Rusia yang terbang dari stasiun ruang angkasa mendarat di tenggara kota Dzhezkazgan, Kazakhstan pada pukul 08.54 tanggal 22 Oktober waktu Kazakhstan.

Kru Soyuz ini terdiri dari seorang astronaut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Chris Cassidy dan dua orang rekannya dari perusahaan ruang angkasa federal Rusia Rocosmos, kosmonaut Anatoli Ivanishin dan Ivan Vagner.

Pendaratan ketiganya terjadi 10 hari sebelum peringatan 20 tahun peluncuran awak pertama yang bertempat tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Dua puluh tahun yang lalu mentor astro-SEAL saya, Kapten Bill Shepherd, memegang komando Ekspedisi 1. Sekarang kami mengakhiri dua dekade operasi ISS berawak astronaut Navy SEAL Amerika Serikat di luar angkasa," tulis Cassidy melalui sosial medianya sehari sebelum kembali ke Bumi.

Keberangkatan Cassidy, Ivanishin dan Vagner dari stasiun ruang angkasa menandai berakhirnya Ekspedisi 63. Sementara astronaut NASA Kate Rubins dan kosmonaut Sergey Ryzhikov dari Roscosmos di ISS memulai Ekspedisi 64.

Kru Soyuz MS-16 melepaskan ikatan pesawat ruang angkasa dari pelabuhan modul Poisk Rusia di stasiun pada pukul 23.32 GMT.

Saat mendarat ketiga kru ini bertemu dengan tim pemulihan yang membantu mereka keluar dari Soyuz dan memberikan pemeriksaan medis awal untuk mereka mulai menyesuaikan diri dengan tarikan gravitasi setelah 196 hari lepas dari planet ini.

Diterbangkan pada April, Cassidy, Ivanishin, dan Vagner awalnya bergabung dengan awak Ekspedisi 62 Oleg Skripochka dari Roscosmos dan astronaut NASA Drew Morgan dan Jessica Meir sebelum memulai Ekspedisi 63. Selama enam bulan, lima kru lainnya bergabung dengan mereka.

Awak Ekspedisi 63 membantu melakukan ratusan eksperimen sains dan demonstrasi teknologi. Cassidy mengerjakan banyak penyelidikan penelitian, termasuk memanfaatkan gaya berat mikro untuk mengidentifikasi terapi kanker yang ditargetkan dan mengevaluasi pembentukan tetesan air dan aliran air untuk teknologi pancuran Delta Faucet.

Kru Soyuz MS-16 akan dibawa oleh helikopter Rusia ke tempat pemulihan di kota Karaganda, Kazakhstan. Dari sana, Cassidy akan naik pesawat NASA untuk penerbangan kembali ke Houston, AS sementara pesawat Pusat Pelatihan Kosmonaut Gagarin akan mengembalikan Ivanishin dan Vagner ke rumah mereka di Kota Star, Rusia.

Cassidy, 50 tahun, telah mencatat 378 hari di luar angkasa selama tiga misinya, termasuk penerbangan pesawat ulang-alik 2009 dan sebelumnya tinggal di ISS pada 2013. Dia sekarang menempati urutan kelima di antara semua astronaut NASA untuk waktu di luar angkasa terlama.

Ivanishin, 51 tahun, juga menyelesaikan penerbangan luar angkasa ketiganya, menambah ekspedisi ISS sebelumnya pada tahun 2012 dan 2016 dengan total 476 hari. Sementara itu bagi Vegner, 35 tahun, ini merupakan penerbangan luar angkasa pertamanya.

Soyuz MS-16 adalah Soyuz ke-62 yang diluncurkan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia melakukan perjalanan 133,5 juta km yang mencakup 3.136 orbit Bumi.

Sumber : Bisnis.com