Bantah Sepi Job, Ma’ruf Amin Ungkap Tugasnya yang Bikin Jarang Tampil di Publik

Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan telekonferensi dengan pengurus DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (3/9/2020). - Antara
22 Oktober 2020 10:17 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com,, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku mendapatkan memberikan tugas khusus tambahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk memastikan pembangunan di daerah Papua.

Kabar itu dibeberkan Ma’ruf untuk menampik anggapan masyarakat terkait minusnya kinerja dirinya di dalam penyelenggaraan negara selama satu tahun dilantik sebagai wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

“Terakhir ini, saya disuruh untuk pembangunan Papua, banyak hal khusus ditugaskan kepada saya,” kata Ma’ruf dalam Youtube Najwa Shibab yang diunggah pada Selasa (22/10/2020).

Baca juga: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Luhut: Tumbuh 5%

Di sisi lain, tugas harian yang diemban Ma’ruf berkaitan dengan permasalahan kemiskinan, UMKM, angka stunting, upaya reformasi birokrasi, ihwal ekonomi syariah dan radikalisme di Indonesia.

“Wakil presiden itu membantu presiden, oleh karena itu maka upaya yang dilakukan wakil presiden membantu membuat kebijakan-kebijakan melalui penetapan-penetapan di sidang-sidang kabinet melalui diskusi khusus. Nantinya, yang keluar kebijakan tentunya presiden. Tidak ada dua matahari, ujarnya.

Dia berpendapat tugas yang diembannya sudah sesuai dengan aturan konsitusi sebagai pembantu presiden.

Baca juga: Paus Fransiskus Minta Negara Mengesahkan Hubungan Sesama Jenis

Konsekuensinya, Ma’ruf mengatakan, dirinya jarang tampil di hadapan publik.

Nama Wakil Presiden Ma`ruf Amin timbul tenggelam. Muncul sesaat kemudian hilang lagi. Keberadaan orang nomor 2 di Republik Indonesia ini pun turut menjadi perbincangan khalayak belakangan. Lalu di mana sebenarnya Sang Kiai?

Abah, sapaan akrabnya, belakangan memang tak banyak muncul ke publik. Terlebih selama pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, aktivitasnya kian terbatas. Dia lebih banyak menghabiskan kegiatan harian dengan mengikuti rapat. Sesekali memberi sambutan di pelbagai agenda secara virtual.

Wartawan yang biasa meliput langsung kegiatannya di kantor atau Istananya juga sepi agenda. Awak media lebih banyak melahap berita dari siaran resmi Setwapres untuk mengisi kekosongan itu.

Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa bulan sejak Covid-19 menyebar di Indonesia, meski pada awal pandemi suami Wury Ma’ruf Amin ini rutin menggelar konferensi pers. Namun, kini kegiatan itu hilang. Konferensi pers terakhir Abah dengan media berlangsung pada 16 Juni 2020.

Saat itu, Ma`ruf memberi keterangan resmi terkait rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP).

Wapres didampingi oleh sejumlah organisasi masyarakat Islam meminta penundaan pembahasan rancangan regulasi tersebut.

Sumber : Bisnis.com