Gas Mako Natuna Bakal Disalurkan 100 Persen untuk Kebutuhan Domestik
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020) - Youtube Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Jokowi diminta untuk lebih mendengarkan rakyat ketimbang Bank Dunia.
Ekonom Faisal Basri angkat bicara mengenai dukungan Bank Dunia terhadap pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Ia meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap mendengarkan suara rakyat.
Hal itu disampaikan oleh Faisal melalui akun Twitter miliknya @faisalbasri.
Faisal Basri meminta agar Jokowi tetap mendengarkan jeritan rakyat yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja.
Bukan justru mendengarkan celotehan Bank Dunia yang mendukung penuh pengesahan UU kontroversial tersebut.
Menurutnya, rakyat merasa dikhianati oleh pemerintah dan DPR RI lantaran UU tersebut disahkan.
"Pak Jokowi, jangan dengar celotehan Bank Dunia, dengarkanlah rintihan rakyat yang merasa dikhianati," kata Faisal Basri seperti dikutip Suara.com, Selasa (20/10/2020).
Jokowi melampirkan tulisan rilis dari Bank Dunia mengenai dukungannya terhadap UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada 5 Oktober lalu.
"Undang Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompettitif." Ini kata Bank Dunia. Berikut pernyataan lengkapnya," kata Jokowi.
Bank dunia melalui pernyataan tertulisnya mengatakan Undang-undang Cipta Kerja dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia.
Menurut Bank Dunia, dengan UU Cipta Kerja yang menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.
Hal ini dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan.
Dalam penyataan yang mencantumkan nama Senior Eksternal Officer, Bank Dunia Lestari Boediono itu, Bank Dunia juga menyatakan bahwa UU Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang negara ini menjadi masyarakat yang sejahtera.
Bank Dunia juga mengingatkan, Implementasi dari Undang-undang secara konsisten akan sangat penting, dan akan memerlukan peraturan pelaksanaan yang kuat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta upaya bersama Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.
Bank Dunia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam reformasi-reformasi ini, menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
TNI AL menemukan kotak hitam dan ekor helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.
BPOB menggandeng AirAsia mengajak influencer India menjelajahi wisata Jogja dan Jawa Tengah, mulai dari candi hingga pantai.
Satpol PP DIY mengingatkan Jaga Warga fokus menjaga keamanan lingkungan dan mencegah provokasi, bukan mengamankan aksi demonstrasi.
Profil Bahlil Lahadalia, perjalanan hidup, pendidikan, bisnis, jabatan politik, hingga kontroversi pernyataan Raja Jawa.
Kemenpar menyebut wisata golf dan bahari menjadi daya tarik wisatawan Korea Selatan, terutama di Bali, Batam, dan Labuan Bajo.