Waspada! Penyakit Tak Menular Ini Berpotensi Percepat Kematian Akibat Covid-19

Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n
19 Oktober 2020 08:27 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah risiko kesehatan seperti obesitas, gula darah tinggi, dan polusi udara luar ruangan, telah memicu tingkat kematian akibat Covid-19.

Penelitian The Global Burden of Disease Study (GBD) yang dipublikasikan The Lancet, sebuah jurnal pengobatan, mengungkapkan hal itu. Lebih jauh, hal itu menunjukkan bahwa dunia tengah mendekati titik balik dalam peningkatan harapan hidup.

"Sebagian besar faktor-faktor risiko ini dapat dicegah dan diobati, dengan mengatasinya akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang besar," kata Professor Christopher Murray, Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation/IHME di Universitas Washington, Amerika Serikat dikutip dari riset yang dipubikasikan The Lancet, Minggu (18/10/2020).

Kondisi itu, jelasnya, diakibatkan oleh kegagalan masyarakat untuk mengubah perilaku-perilaku tidak sehat, terutama yang berkaitan dengan kualitas makanan, asupan kalori, dan kegiatan fisik.

Hal itu juga didorong oleh tidak adanya perhatian yang cukup dari pemangku kebijakan dan pendanaan untuk kesehatan publik dan riset perilaku.

"Faktor risiko seperti diabetes, gula darah tinggi, obesitas, dan penyakit tidak menular (PTM) misalnya jenis kardiovaskular dapat meningkatkan risiko kematian karena Covid-19," jelas penelitan itu.

Richard Horton, Pemimpin Redaksi The Lancet, mengatakan penyakit tidak menular telah memainkan peran penting dalam mempercepat kematian lebih dari 1 juta orang terkait Covid-19 hingga saat ini.

"Dan akan terus mempengaruhi kondisi kesehatan di setiap negara setelah pandemi ini mereda," katanya.

Untuk itu, tindakan darurat diperlukan guna mengatasi penyakit-penyakit kronis global, kesenjangan sosial, dan Covid-19. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan sistem kesehatan yang kuat, sehingga negara-negara di dunia dapat lebih kuat dalam menghadapi ancaman pandemi di masa depan.

Sumber : Bisnis.com