Vaksin Sinovac di China Ditawarkan dengan Harga Rp885.000

Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n
18 Oktober 2020 08:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BEIJING - Sebuah kota di China menawarkan vaksin Covid-19 eksperimental Sinovac Biotech kepada para pekerja penting dan kelompok berisiko tinggi lainnya sebagai bagian dari program nasional. Vaksin tersebut ditawarkan sekitar US$60 atau sekitar Rp885.000.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Kota Jiaxing mengatakan dua dosis kandidat vaksin, yang disebut CoronaVac, akan menelan biaya 200 yuan (sekira Rp440.000) per dosis. Disebutkan bahwa vaksinasi untuk kelompok-kelompok utama termasuk profesional medis telah dimulai. Demikian dinyatakan pihak pusat pengedalian dan pencegah Covid-19 China dalam sebuah pernyataan di WeChat. 

Otoritas China hingga saat ini belum merilis perincian harga untuk vaksin Covid-19 potensial. Ratusan ribu orang telah diberi vaksin eksperimental dalam uji coba tahap akhir sebagai bagian dari program inokulasi darurat yang diluncurkan pada Juli.

Tidak jelas apakah harga vaksin yang dipasarkan di Jiaxing termasuk subsidi. Pihak otoritas kota menolak berkomentar.

Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Vaksinnya saat ini sedang dalam uji coba tahap akhir di Brasil, Indonesia, dan Turki.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa analisis sementara dari data uji coba tahap 3 bisa dilakukan paling cepat November.

Bio Farma, sebuah perusahaan milik negara di Indonesia yang telah mencapai kesepakatan untuk setidaknya 40 juta dosis dari Sinovac, mengatakan minggu ini vaksin tersebut akan dihargai sekitar Rp200.000 per dosis jika nanti tersedia.

China mengatakan meskipun keuntungan yang wajar bagi perusahaan diizinkan, harga vaksin Covid-19 harus mendekati biaya.

China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) mengatakan pada Agustus bahwa kandidat vaksin yang dikembangkan oleh satu unit mungkin berharga tidak lebih dari 1.000 yuan (sekitar Rp2,2 juta) untuk dua suntikan.

Seorang pejabat di Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, bagaimanapun, harganya akan lebih rendah.

Sumber : Bisnis.com