Lansia dan Komorbid Terinfeksi dengan Gejala Khas, Protokol Kesehatan Harus Diperhatikan

Ilustrasi - Freepik
17 Oktober 2020 21:27 WIB Arief Junianto News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kaum lanjut usia (lansia) dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) paling rentan terpapar Covid-19. Apalagi gejala umum yang biasa dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbid yang terkonfirmasi positif.

Dalam gelar wicara Mengapa Lansia dan Komorbid Rentan Terinfeksi Covid-19 di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (14/10/2020), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Czeresna Heriawan Soejono mengatakan lansia terkonfirmasi positif Covid-19 tidak memiliki kekhasan gejala alias tidak jelas.

Mantan Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu menyebutkan gejala batuk-batuk, sesak nafas, atau hilangnya indera penciuman dan perasa yang umumnya dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbid.

"Lansia dan komorbid ini perlu perhatian khusus, lebih ketat monitoring-nya karena gejalanya khas sekali," kata Soejono, dilansir laman resmi Satgas Covid-19.

Sojoeno menambahkan gejala khas yang muncul pada pasien positif lansia dan komorbid seperti nafsu makan hilang tiba-tiba, terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, dan kesadarannya hilang. Belum lagi ditambah dengan penyakit penyerta yang dialami semakin memperberat pasien lansia.

"Pengalaman kami bisa mengatasi virusnya tapi kadang inveksi sekunder itu muncul ketika hasil negatifnya," kata dia.

Kepala Staf Medik Fungsional Pulmonologi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Adria Rusli, mengatakan perhatian keluarga sangat penting bagi lansia dan komorbid untuk menghindari paparan virus Corona.

Lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi lansia dan komorbid. "Kalau sudah kena, berat sekali dan tinggi angka kematiannya," ujar dia.

Itulah sebabnya, dukungan keluarga terutama dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya bagi orang terdekat di sekitarnya, sangat penting.

Adria mencontohkan jika lansia tinggal bersama cucu dan pengasuhnya maka harus diperhatikan protokol kesehatannya. Hal sama juga perlu diawasi terhadap pengantar makanan jika memesan dari luar.

"Ini juga berlaku untuk yang mengantar makanan, misalnya asisten rumah tangga atau supir pribadi, perlu dipastikan protokol kesehatannya," ujarnya.