Ini Enam Vaksin Covid-19 yang Sudah Hampir Selesai

Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg
17 Oktober 2020 19:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia terus berupaya mengembangkan vaksin untuk menghentikan pandemi Covid-19. Sejumlah vaksin potensial telah diuji coba kepada manusia.

Saat ini setidaknya ada 170 tim peneliti yang sedang mencari produk vaksin terbaik, dan beberapa di antaranya merupakan vaksin menjanjikan yang tengah dibuat.

Vaksin biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tersedia karena sangat penting meluangkan waktu untuk menguji vaksin sebelum memproduksinya dalam skala besar. Akan tetapi, karena ancaman yang ditimbulkan Covid-19, ilmuwan harus bekerja secara cepat.

Dari sekitar 170 calon vaksin, belum diketahui kapan vaksin akan tersedia. Kendati ada desas-desus bahwa vaksin mungkin siap pada akhir tahun ini, tapi sebagian besar ahli lebih yakin vaksin akan siap digunakan pada pertengahan 2021.

Dilansir dari Express UK, Jumat (16/10/2020) sejumlah vaksin potensial telah melalui tahapan pengujian dan mendapatkan persetujuan untuk penggunaan terbatas atau penggunaan awal. Regulator di negara yang akan menggunakan vaksin bakal meninjau hasil dan memutuskan apakah mereka akan menyetujuinya.

Berikut ini adalah enam vaksin paling maju atau terdepan terkait dengan pandemi Covid-19 yang menyerang dunia secara global.

1. Vaksin CanSino Biologics

Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan asal China bernama CanSino Biologics, berdasarkan adenovirus yang disebut Ad5. Vaksin bekerja baik di fase 1 dan 2, membuktikan bahwa suntikannya memang menyebabkan respons dalam sistem kekebalan.

Vaksin tersebut juga telah disetujui untuk penggunaan terbatas oleh militer China sejak 25 Juni, karena dinilai sangat dibutuhkan. Pada Agustus lalu, perusahaan memulai tahap 3 uji klinis di sejumlah negara termasuk Rusia, Pakistan, dan Arab Saudi.

2. Bektop

Pusat penelitian biologi Rusia, The Vector Institute memulai uji coba fase 1/2 untuk vaksin yang dinamai EpiVacCorona pada akhir Agustus lalu. Vaksin tersebut mengandung protein virus yang disebut dengan peptida.

Pada pertengahan Oktober, pemimpin Rusia Vladimir Putin memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin ini digunakan bahkan sebelum uji coba fase 3 dimulai. Rencananya uji coba terakhir dari vaksin ini akan dimulai sebelum akhir 2020.

3. Vaksin Gamaleya Research Institute

The Gamaleya Research Institute merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan Rusia, yang vaksinnya telah disetujui untuk digunakan sejak 11 Agustus. Vaksin ini diketahui terdiri dari dua adenovirus yang disebut Ad5 dan Ad26.

Pada awalnya, vaksin ini disebut sebagai Gam-Covid-Vac, tetapi sekarang dinamai dengan Sputnik V. Persetujuan penggunaan Sputnik V sebelum uji coba tahap 3 dimulai telah mendapatkan kritik keras dari kalangan peneliti ilmiah.

Akhirnya keputusan tersebut kemudian ditarik. Regulator setempat mengatakan fase 3 diperlukan sebelum mengeluarkan izin persetujuan. Adapun sebanyak 40.000 sukarelawan telah direktur untuk mencoba vaksin.

4. The Wuhan Institute of Biological Products

Lembaga yang berada dari tempat asal penyebaran virus ini telah mengembangkan vaksin yang tidak aktif, yang telah diuji oleh perusahaan milik negara yakni Sinopharm. Uji coba tahap 1 dan 2 menunjukkan hasil positif, tetapi beberapa pasien mengalami efek samping seperti demam.

Adapun, uji coba tahap 3 berlangsung di Uni Emirat Arab pada Juli serta di Peru dan Maroko pada Agustus. Pemerintah China menyetujui vaksin setelahnya dan mengizinkan ratusan hingga ribuan orang untuk mencoba vaksin tersebut.

5. Beijing Institute of Biological Products

Vaksin virus corona Sinopharm lainnya dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Products yang sejauh ini menunjukkan hasil baik. Uji coba fase 3 diluncurkan selama musim panas di Arab dan Argentina.

Sama seperti vaksin potensial lainnya, vaksin ini juga mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk disuntikkan ke ratusan ribu orang bersama dengan vaksin dari Wuhan Institute. Namun, sejumlah kritik masuk karena Sinopharm belum membagikan data dari uji klinis sebelumnya.

6. Sinovac

Perusahaan swasta China lainnya yang mengembangkan vaksin potensial adalah Sinovac Biotech. Perusahaan mengembangkan vaksin tidak aktif yang disebut CoronaVac dan telah melakukan uji coba 1 dan 2 pada Juni lalu.

Awalnya, sekitar 743 sukarelawan disuntik dan tidak menunjukkan adanya efek samping parah sehingga dianggap efektif. Fase 3 uji coba diluncurkan di Brasil, Indonesia, dan Turki. Perusahaan juni melakukan uji coba pada anak-anak pada September lalu.

Sebagaimana vaksin potensial lainnya, CoronaVac juga disetujui untuk penggunaan terbatas pada Juli dan perusahaan sedang bersiap untuk segera memproduksi vaksin. Bahkan, mereka menargetkan dapat memasok setidaknya 40 juta dosis ke Indonesia hingga Maret 2021.

CEO Sinovac Yin Weidong mengatakan bulan lalu bahwa perusahaan bertujuan untuk mendistribusikan vaksin tersebut ke seluruh dunia pada awal 2021, "Kami yakin bahwa penelitian kami terhadap vaksin COVI-19 dapat memenuhi standar negara AS dan UE,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia