Rel Ganda Kereta Api Lintas Selatan Jawa Tersambung Lewati Jogja, Ini Rutenya

Pekerja menyelesaikan perawatan rutin jalur kereta di Jakarta, Rabu (6/10/2020). - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
08 Oktober 2020 13:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Rel ganda kereta api lintas selatan Jawa mulai dari Cirebon—Purwokerto—Kroya—Jogja—Solo—Madiun—Jombang sepanjang 550 kilometer (km) telah resmi tersambung. Jalur ganda ini akan menjulur hingga 615 km sehingga Cirebon—Wonokromo benar-benar tersambung rel.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa proyek jalur ganda KA lintas selatan Jawa tinggal menyisakan pekerjaan sekitar 65 km lagi mulai dari Jombang, Mojokerto, hingga Wonokromo yang ditargetkan selesai dalam 1 sampai 2 tahun mendatang.

BACA JUGA: Mendikbud Nadiem Ubah Sistem Evaluasi Belajar: Tenang, Tak Perlu Bimbel Khusus

Jalur ini memiliki panjang total sekitar 694 km yang terbentang mulai dari Cirebon—Prupuk—Purwokerto—Kroya—Gembong Kutoarjo—Jogja—Solo—Kedung Banteng—Madiun—Jombang—Mojokerto—Wonokromo—Surabaya.

“Jalur ganda KA lintas selatan Jawa, akan menyambungkan tiga kota aglomerasi besar yaitu Jabodetabek—Joglosemar—Gerbangkertasusila,” kata dia dalam soft launching Pengoperasian Parsial Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan secara virtual, Kamis (8/10/2020).

Menurutnya, pembangunan ada tiga terowongan jalur ganda yang dibangun dalam proyek ini yaitu, terowongan Notog, Kebasen, dan Ijo.

BACA JUGA: Demonstrasi UU Cipta Kerja Bisa Timbulkan Klaster Corona, Siapa yang Salah?

Selain membangun terowongan, kementerian juga mampu membangun jembatan bentang  panjang dan sistem persinyalan yang modern.

“Ini bukti nyata bahwa kita telah mampu menghasilkan karya besar yang patut dicatat dalam sejarah perkeretaapian di Tanah Air,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan pembangunan jalur ganda KA lintas selatan ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, mobilitas orang dan distribusi logistik. Jalur ini mendukung pada program pemerintah terkait pengembangan 5 Bali Baru, salah satunya adalah Borobudur.

“Dukungan konektivitas ke Borobudur dengan moda kereta api sangat penting. Untuk itu saya mendorong agar jalur kereta api ke arah Borobudur bisa selesai tepat waktu dan terintegrasi dengan jalur KA lintas selatan Jawa ini,” tuturnya.

Setelah pembangunan jalur ganda KA lintas utara Jawa selesai dan beroperasi penuh pada 2014, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian berupaya mempercepat penyelesaian jalur ganda KA lintas selatan Jawa sejak tahun 2015.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia