Kangen Ranu Kumbolo? Gunung Semeru Telah Dibuka Kembali

Ilustrasi - Antara
02 Oktober 2020 06:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Selama pandemi virus corona (Covid-19), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengurangi membatasi kuota pendaki.

Pendaki sudah bisa mendaki Gunung Semeru pada 1 Oktober 2020. Adapun kuota yang diperbolehkan hanya 120 orang per hari atau hanya 20 persen dari kuota biasanya yang sempat mencapai 600 orang.

Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan, dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat mengatakan kebijakan ini hanya berlaku bagi pendaki dalam negeri. Kuota pendaki bisa ditambah secara bertahap sesuai adaptasi kenormalan baru.

Pada hari pertama pembukaan Gunung Semeru tercatat hanya 16 orang yang melakukan pendakian. Berdasarkan data di laman bromotenggersemeru.org diketahui kuota pendaki sudah penuh alias full booked di semua akhir pekan bulan Oktober, yaitu 2-5 Oktober, 9-11 Oktober, 16-18 Oktober, dan 24 Oktober.

Sarif Hidayat menganggap jumlah pendaki yang sedikit ini wajar karena Kamis dan Jumat bukan waktu favorit pendakian. Musababnya, banyak orang yang masih harus bekerja dan baru tahu jika pendakian ke Gunung Semeru telah buka kembali. "Persiapan pun mepet antara dibukanya sistem booking dengan pelaksanaan pendakian, yakni H-3," kata Sarif.

ranu kumbolo, gunung semeru dibuka

Titik awal keberangkatan para pendaki Gunung Semeru ada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di desa Suku Tengger ini ada Kantor Pelayanan Pengunjung Resor Ranupani. Secara struktural, Resor Ranupani berada dibawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Senduro Balai Besar TNBTS.

Menurut Bambang Joko Shiddiq Purnama, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) STPN Wilayah III Senduro, pembatasan jumlah pendaki 120 orang per hari justru momentum yang bagus dan patut disyukuri oleh para pendaki. Kendati durasi pendakian dibatasi hanya dua hari satu malam, jumlah pendaki yang sedikit bisa membuat pendakian terasa lebih tenang dan nyaman. Para pendaki tak perlu berdesakan di area berkemah Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Ranu Kumbolo merupakan lokasi peristirahatan favorit di tepi danau Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan danau terindah dan terbesar di dalam kawasan TNBTS dengan luas 12 hektare. Dalam bahasa Suku Tengger, kata ranu berarti danau.

Adapun Kalimati merupakan lokasi yang jadi batas akhir pendakian Gunung Semeru. Pembatasan ini disesuaikan dengan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Gunung Sawur, Lumajang.

"Saat ini adalah momentum terbaik untuk merasakan berkemah Ranu Kumbolo dan Kalimati dengan tenang dan nyaman," kata Bambang kepada Tempo, saat rehat di salah satu pos pendakian Gunung Semeru, Jumat sore, 25 September 2020. "Para pendaki enggak perlu lagi unyel-unyelan (berdesak-desakan) di satu lokasi."

Kata Bambang, syarat pendaftaran secara online mulai 2018 berdampak positif. Petugas TNBTS di Resor Ranupani tinggal memeriksa dokumen pendaki dan barang bawaannya, serta memudahkan dalam mengontrol sampah. Bahkan, insiden pendaki mengalami musibah baik hidup maupun meninggal jauh berkurang sejak pendaftaran online berlaku.

Secara kuantitatif, Bambang melanjutkan, jumlah pendaki Gunung Semeru justru stabil dan cenderung meningkat setiap harinya saat kebijakan booking online penuh berlaku. Kini, rata-rata per hari ada 100 pendaki dari kuota normal harian 600 orang. Sedangkan jumlah pendaki sebelum pemberlakuan registrasi online justru penuhnya di hari-hari tertentu yang jadi peak season pendakian, yaitu akhir pekan Sabtu-Minggu dan hari libur nasional.

Sumber : Antara