Peringatan Hari Batik Nasional Akan Dibuka Menperin Agus Gumiwang

Foto Ilustrasi batik. - Harian Jogja/Dok
01 Oktober 2020 21:07 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dijadwalkan membuka Hari Batik Nasional 2020 secara daring pada Jumat (2/10/2020). Peringatan hari batik di tengah pandemi ini diarahkan untuk memotivasi industri kerajinan batik serta pencanangan pasar batik online melibatkan UMKM seluruh Indonesia.

Kabid Pengembangan Jasa Teknik Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) DIY Heri Pramono menjelaskan batik telah dicanangkan oleh Unesco sebagai warisan dunia memasuki usia ke-11. Momentum hari batik di tengah pandemi ini tentu berbeda dengan peringatan sebelumnya. Saat ini hanya dilakukan secara daring dengan melibatkan IKM Batik dari berbagai wilayah di Indonesia. Peringatan hari batik ini secara resmi akan dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Jumat (2/10/2020) secara daring.

BACA JUGA : Perajin Batik di Kulonprogo Bikin Motif Batik Corona

"Dijadwalkan melakukan pembukaan hari batik nasional Bapak Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pukul 10.00 WIB. Tetapi mulai dari pukul 08.30 WIB secara daring akan ditampilkan berbagai IKM batik dari berbagai wilayah. Setelah pembukaan, semua kegiatan digelar daring seperti talkshow mulai dari 2 sampai 27 Oktober,” katanya Kamis (1/10/2020).

Peserta yang ikut dalam perayaan hari batik secara virtual itu sekitar 1.000 orang, mulai dari perajin batik, pemerhati batik, akademisi, mahasiswa, pelajar serta berbagai UMKM batik. Ia menambahkan dalam rangkaian hari batik juga dibuka pasar batik online yang akan melibatkan seluruh IKM batik dari berbagai kota di Indonesia.

BACA JUGA : Gebyar Seribu Canting Semarakkan Hari Batik di Kulonprogo

“Karena situasi pandemi, tidak mungkin dilakukan secara tatap muka, tetapi kami berusaha mengakomodasi para IKM dengan membuka pasar secara online,” ujarnya.

Memasuki hari batik ke-11 ini, kondisi industri batik lokal harus menghadapi tantangan membanjirnya produk dari luar negeri yang meniru batik, padahal sebenarnya produk itu bukan batik. Disisi lain adanya pandemic Covid-19 memukul semua sektor kerajinan termasuk batik. Oleh karena persoalan ini juga akan dibahas dalam berbagai pertemuan daring dalam rangkaian hari batik.

“Tantangan membanjirnya produk dari China, Malaysia yang mengklaim bahwa itu batik padahal itu sebenarnya bukan batik hanya motif saja. Produk tekstil motif batik. Tantangan lain adalah pandemi, pemasaran berhenti, ekspor berhenti maka produksi juga berhenti,” katanya.

BACA JUGA : Selasa Wage Malioboro Bernuansa Batik