Advertisement

Elon Musk Sebut Matahari Akan Telan Bumi, Manusia Perlu Pindah Planet?

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 30 September 2020 - 12:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Elon Musk Sebut Matahari Akan Telan Bumi, Manusia Perlu Pindah Planet? Elon Musk

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Bos Tesla Elon Musk mengimbau manusia agar pindah ke planet lain, karena matahari akan menelan bumi.

Pria yang kini sedang mempersiapkan proyek di Mars itu, menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan The New York Times podcast Sway, seperti dilansir dari Yahoonews oleh Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com.

“Saya pikir ini pada dasarnya penting untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang seperti yang kita ketahui, menjadi spesies multi-planet. Akhirnya Matahari akan mengembang dan menelan Bumi. Ini akan memperluas dan membakar Bumi. Ini pasti akan terjadi, meski tidak dalam waktu dekat,” ujarnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ilmuwan menyebutkan, ekspansi Matahari diperkirakan tidak akan terjadi setidaknya selama tujuh miliar tahun.

Musk mengatakan bahwa menjadi spesies multi-planet akan memungkinkan peradaban manusia menghindari peristiwa kepunahan yang berdampak pada spesies lain.

"Rekaman fosil memang menunjukkan banyak peristiwa kepunahan selama ribuan tahun, dari meteor, dari gunung berapi super, dari variasi iklim alami," tambahnya.

Baca Juga: KUA PPAS Kulonprogo 2021 Disepakati, APBD Bakal Fokus Recovery Ekonomi Pascapandemi

Sebenarnya, teori bahwa bumi akan hancur dan matahari akan membesar sudah sejak lama muncul. Tahun 2016, ilmuwan menyebutkan jika bumi akan menghilang entah karena terhisap lubang hitam raksasa, atau hancur karena tertelan matahari yang kian membesar.  Atau bahkan hancur karena tertabrak asteroid raksasa.

Yah, matahari akan menghancurkan bumi. Jillian Scudder, ahli astrofisika di University of Sussex mengatakan se[erti dilansir dari Sciencealert, matahari bertahan dengan membakar atom hidrogen menjadi atom helium di intinya. Faktanya, ia membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik.

Advertisement

Dan saat inti Matahari menjadi jenuh dengan helium ini, ia menyusut, menyebabkan reaksi fusi nuklir menjadi lebih cepat yang berarti Matahari mengeluarkan lebih banyak energi.

Faktanya, untuk setiap miliar tahun yang dihabiskan Matahari untuk membakar hidrogen, Matahari menjadi sekitar 10 persen lebih terang. Dan meskipun 10 persen mungkin tidak terlihat banyak, perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet kita.

"Prediksi untuk apa sebenarnya yang akan terjadi pada Bumi saat Matahari semakin terang selama miliaran tahun mendatang cukup tidak pasti. Tapi intinya adalah bahwa peningkatan panas dari Matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan, dan sebagai gantinya tertahan di atmosfer. Air kemudian bertindak sebagai gas rumah kaca, yang memerangkap lebih banyak panas yang masuk, yang mempercepat penguapan," paparnya.

Advertisement

Baca Juga: Lahan Kosong di Jogja Sering Dijadikan Tempat Buang Sampah Liar

Bahkan, sebelum kehabisan hidrogen, cahaya energi tinggi Matahari akan membombardir atmosfer bumi dan "memecah molekul dan memungkinkan air lepas sebagai hidrogen dan oksigen, yang pada akhirnya mengeringkan bumi".

Peningkatan kecerahan 10% setiap miliar tahun berarti bahwa 3,5 miliar tahun dari sekarang, Matahari akan bersinar hampir 40% lebih terang, yang akan mendidihkan lautan di bumi, mencairkan lapisan esnya, dan menghilangkan semua kelembapan dari atmosfernya.

Planet kita, setelah dipenuhi kehidupan, akan menjadi sangat panas, kering, dan tandus - seperti Venus. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

WHO Isyaratkan Pandemi Berakhir, Ini Update Capaian Vaksinasi DIY

Jogja
| Rabu, 28 September 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement