Cara Cek Status Penerima KJP Online Pakai NIK, Simak Langkahnya
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). Foto dibuat 6 Agustus 2020./Antara/REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat ilmuwan dari negara-negara di dunia terus mengembangkan penelitian untuk menanggulangi virus yang berasal dari Wuhan di China tersebut. Salah satunya merumuskan vaksin. Sebanyak 10 vaksin Covid-19 sudah memasuki tahap uji klinis fase 3 yakni fase akhir dengan uji coba pada manusia.
Angka itu berdasarkan data lanscape vaksin Covid-19 yang dipublikasikan organisasi kesehatan dunia WHO di laman resminya.
Baca juga: Doni Monardo: Masyarakat Menjadi Ujung Tombak Pencegahan Covid-19
Sedangkan dua vaksin sudah memasuki uji klinis fase 2 yakni vaksin buatan Anhui Zhifei Longcom, Biopharmaceutical/Institute of Microbiology dan Chinese Academy of Sciences, serta vaksin yang dikembangkan oleh Curevac.
Dari ke sepuluh vaksin yang tengah masuk uji klinis tahap akhir itu, 4 vaksin menggunakan metode Non-Replicating Viral Vector, 3 vaksin menggunakan metode inactivated, 2 vaksin menggunakan RNA dan hanya vaksin Novavax yang menggunakan metdoe protein subunit.
Berikut 10 vaksin yang sedang memasuki uji klinis fase 3 tersebut
1. Sinovac buatan China
2. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm
3. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm
4. University of Oxford/AstraZeneca
5. CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology
6. Gamaleya Research Institute
7. Janssen Pharmaceutical Companies
8. Novavax
9. Moderna/NIAID
10. BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer
WHO sendiri menuliskan dalam draft tersebut bahwa dokumen lanskap ini telah disiapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tujuan informasi hanya mengenai pandemi virus corona baru 2019-2020.
Pencantuman produk atau entitas tertentu dalam salah satu dokumen lanskap ini bukan merupakan, dan tidak akan dianggap atau ditafsirkan sebagai, persetujuan atau dukungan apa pun oleh WHO atas produk atau entitas tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Luar Daerah yang Datang ke Jogja Wajib Isi Data Diri Daring, Ini Alurnya
Meskipun WHO mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memverifikasi keakuratan informasi yang disajikan dalam dokumen lanskap ini, WHO tidak membuat, dan dengan ini menyangkal semua) representasi dan jaminan mengenai keakuratan, kelengkapan, kesesuaian untuk tujuan tertentu, kualitas, keamanan, kemanjuran, dapat diperjualbelikan dan atau non-pelanggaran informasi apa pun yang disediakan dalam lanskap ini dokumen dan atau salah satu produk yang dirujuk di dalamnya.
WHO juga menyangkal setiap dan semua kewajiban atau tanggung jawab apa pun atas kematian, kecacatan, cedera, penderitaan, kehilangan, kerusakan, atau prasangka lainnya dalam bentuk apa pun yang mungkin timbul dari atau sehubungan dengan pengadaan, distribusi atau penggunaan produk apa pun yang termasuk dalam salah satu dokumen lanskap ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran