Advertisement

Belum Ada Tanda Pandemi Capai Puncak, Ini Penjelasan Pakar Epidemiologi

Mutiara Nabila
Kamis, 24 September 2020 - 04:57 WIB
Sunartono
Belum Ada Tanda Pandemi Capai Puncak, Ini Penjelasan Pakar Epidemiologi Anggota Satpol PP melakukan penertiban di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan bahwa sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda Indonesia bakal segera mencapai puncak pandemi Covid-19.

“Mas Jubah [Juru Wabah] memastikan bahwa pandemi di Indonesia belum ada tanda-tanda dapat diatasi di akhir 2020,” cuit Pandu melalui akun twitternya @drpriono1, Rabu (23/9/2020).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Hal itu juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa Indonesia juga dipastikan akan menuju jurang resesi.

BACA JUGA : 76.000 Lebih Data Epidemiologi Covid-19 Berhasil Dihimpun

Menurut Pandu, apabila ingin menangani wabah Covid-19 sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi perlu strategi ‘Double Zero’. Namun, Pandu menilai memang sulit untuk berkomunikasi dengan pengurus kebijakan ekonomi Indonesia.

“Strategi Double Zero ini ketika pertumbuhan ekonomi masih selamat, meskipun di angka nol setidaknya tidak sampai negatif, sambil mempertahankan agar tambahan kasus Covid-19 terus berkurang, kalau bisa mendekati nol,” imbuhnya.

Pandu juga menegaskan agar pemerintah lebih transparan dalam mengumumkan data kepada masyarakat, terutama terkait angka kematian.

“Setiap hari kita diberikan angka pandemi, interpretasi angka tentang jumlah kasus, insiden, zonasi, kematian, kesembuhan. Bila diperlukan mengubah definisi, agar terlihat kilapnya [window dressing]. Angka yang sesungguhnya biasanya LEBIH TINGGI. Jadi kita perlu cerdas dan kritis,” katanya.

BACA JUGA : Kasus Melonjak, 12 Kecamatan di Sleman Kini Berstatus

Pandu menegaskan bahwa kematian akibat pandemi perlu dicegah, jangan sampai meninggal. Pelajari setiap kasus kematian agar bisa diperbaiki. Jangan dengan asumsi atau ingin mengubah definisi kematian dan agar jangan berbohong dengan statistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Empat Hari, Peserta Pelatihan Menulis DPAD DIY Terbitkan Sebuah Buku

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement