Laboratorium Pabrik Vaksin Hewan di China Bocor, Bakteri Baru Infeksi 3.245 Orang

Bakteri brucella. - ilustrasi
19 September 2020 07:57 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Insiden terjadi di sebuah pabrik biofarmasi di China. Lab di pabrik ini bocor, dan mengakibatkan bakteri brucella telah menginfeksi 3.245 orang termasuk karyawan yang bekerja di pabrik tersebut sejak tahun lalu.

Peristiwa bocornya pabrik farmasi China telah terjadi sejak akhir 2019. Pabrik biofarmasi ini memproduksi vaksin hewan. Mengutip dari Hindustan Times, Jumat (18/9/2020), brucellosis disebabkan oleh bakteri brucella. Wabah ini telah menyebabkan kekhawatiran sebab di bagian utara China telah ada ribuan orang yang dinyatakan positif terinfeksi bakteri brucella.

Baca juga: Awas, Berada di Dalam Rumah Pun Dapat Terpapar Sinar Ultraviolet

Bakteri tersebut juga menginfeksi orang-orang yang bekerja di pabrik biofarmasi milik negara di kota Lanzhou, yang memproduksi vaksin hewan setelah kebocoran terjadi tahun lalu.

Infeksi bakteri brucella bisa menyebabkan demam, nyeri sendi, dan sakit kepala. Otoritas kesehatan di China mengatakan sejauh ini tidak ada bukti penularan Brucellosis dari orang ke orang.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang wabah Brucellosis:

1. Menurut otoritas China, pabrik biofarmasi telah menggunakan disinfektan kadaluwarsa untuk memproduksi vaksin Brucella hewan Juli dan Agustus tahun lalu. Ini menandakan bahwa bakteri tidak dibasmi di knalpot pabrik.

2. Selanjutnya, gas yang terkontaminasi dari pabrik membentuk aerosol yang mengandung bakteri, yang kemudian dibawa oleh angin ke Institut Penelitian Hewan Lanzhou. Ini menginfeksi hampir 200 orang di sana juga pada Desember tahun lalu.

3. Menurut pejabat kesehatan di Lanzhou, ada 3.245 orang yang terjangkit Brucellosis. Sebanyak 1.401 orang lainnya juga dinyatakan positif awal mengidap penyakit itu, kantor berita AFP melaporkan. Bakteri tersebut juga telah menginfeksi 20 mahasiswa dan anggota fakultas Universitas Lanzhou.

4. Brucellosis bisa menyebabkan demam, nyeri sendi, dan sakit kepala.

5. Otoritas kesehatan mengklaim tidak ada bukti penularan Brucellosis dari orang ke orang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan bahwa penularan brucellosis dari orang ke orang "sangat jarang" tetapi beberapa gejala dapat muncul kembali atau tidak pernah hilang.

6. Bakteri brucella ini biasanya ditemukan di domba, sapi, dan babi. Pada infeksi ini, beberapa gejala seperti demam berulang, kelelahan kronis, pembengkakan jantung terjadi pada pasien yang terinfeksi.

7. Brucellosis juga dikenal dengan nama demam Malta atau demam Mediterania dan dapat menyebabkan gejala termasuk sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.

Sumber : Bisnis.com