Canggih, Ada Robot Kurir Bisa Bawa 50 Paket Berjarak 100 Kilometer

Autonomous Logistics Robot buatan Alibaba. - Dok. zdnet.com
18 September 2020 01:17 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perusahaan komputasi awan, Alibaba Cloud meluncurkan serangkaian teknologi inovatif, salah satunya Autonomous Logistics Robot, sebuah robot untuk jasa pengiriman jarak jauh.

Jeff Zhang, President of Alibaba Cloud Intelligence mengatakan, robot yang dikembangkan oleh Alibaba DAMO Academy ini dapat membawa 50 paket sekaligus dan menempuh hingga jarak 62 mil (atau 100 kilometer) dengan sekali pengisian daya.

BACA JUGA : Bikin Robot Pemilah Telur, 2 Siswa MAN 1 Jogja Raih Medali 

"Kami memperkirakan adanya lonjakan permintaan layanan pengiriman yang cepat yang dibawa oleh Ritel Gaya Baru dan bisnis layanan lokal yang berkembang di dunia yang semakin terdigitalisasi," ujarnya lewat agenda daring, Kamis (17/9/2020).

Dia pun memperkirakan bahwa robot tersebut ini dapat mengirimkan sebanyak 500 paket dalam sehari ke satu komunitas yang dituju dan memenuhi permintaan yang meningkat untuk pengiriman paket jarak jauh dengan cepat di China.

Untuk diketahui, saat ini tren belanja daring semakin melonjak di China, dengan 200 juta paket dikirim setiap hari dan diekspektasikan meningkat menjadi 1 miliar paket per hari di tahun-tahun mendatang.

“Untuk memenuhi permintaan pengiriman yang tinggi, pertumbuhan bisnis internal kami, serta bagi masyarakat yang lebih luas, kami telah berinvestasi dalam smart logistic, termasuk logistic robot, selama bertahun-tahun. Kami meluncurkan robot mobile untuk jasa pengiriman terbaru ini yang juga untuk mendukung Cainiao, platform logistik Alibaba, untuk melayani komunitas, kampus dan pusat-pusat bisnis di Cina,“ ujarnya.

BACA JUGA : Pembawa 1 Kilogram Sabu di Apartemen Jogja Dijanjikan 

Ke depan, dia mengatakan bahwa perusahaan akan memanfaatkan teknologi untuk jenis robot layanan lainnya, seperti robot layanan pelanggan di bandara dan robot pemandu wisata di tempat-tempat wisata.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa robot tersebut menggunakan platform komputasi yang dikembangkan sendiri dan bersifat heterogen, yaitu teknologi 3D Point Cloud Semantic Segmentation (PCSS) dan pembelajaran mendalam (deep learning).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia