Volkswagen Siapkan PHK 12.000 Pekerja Tambahan hingga 2030
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Keponakan Osama Bin Laden, Noor Bin Ladin. /Ist-Twitter
Harianjogja.com, JAKARTA - Amerika Serikat akan menggelar pemilihan presiden pada 3 November mendatang. Keponakan Osama Bin Laden, Noor Bin Ladin mendukung Donald Trump untuk kembali meraih kemenangan.
Menyadur Middle East Monitor, Noor yang kini tinggal di Swiss menghimbau warga AS untuk memilih Donald Trump pada Pilpres nanti. Dia khawatir akan terjadi hal buruk jika Joe Biden yang meraih kemenangan.
Baca juga: Investasi Proyek Tol 2020, Hingga Kuartal III Sudah Sebesar Rp53 Triliun
Menurut Noor, jika Joe Biden yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat menang, akan ada kemungkinan serangan teror seperti peristiwa 11 September 2001 atau dikenal dengan 9/11, bisa terulang.
"ISIS berkembang biak di bawah pemerintahan Obama/Biden, dan mereka kemudian datang ke Eropa," kata Noor Bin Ladin kepada New York Post dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (10/9/2020).
"Trump telah menunjukkan bahwa dia melindungi Amerika dan kami dengan perluasan dari ancaman asing dengan melenyapkan teroris di akarnya dan sebelum mereka mendapat kesempatan untuk menyerang."
Keponakan pendiri Al-Qaeda itu masih berusia 14 tahun ketika pamannya diduga menjadi dalang di balik serangan di World Trade Center dan Pentagon di New York dan Washington DC.
Baca juga: PSBB Total, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan
Meski pamannya jadi musuh bersama warga AS, Noor menggambarkan dirinya sebagai "orang Amerika di hati". Dia mengaku sudah sejak lama mengagumi Donald Trump.
“Saya telah menjadi pendukung Presiden Trump sejak dia mengumumkan bahwa dia mencalonkan diri pada awal tahun 2015,” jelas Noor Bin Ladin, yang ingin menyembut ejaan nama keluarganya "Ladin" alih-alih "Laden" seperti pamannya.
“Saya telah menyaksikan dari jauh dan saya mengagumi keteguhan hati pria ini."
"Dia harus dipilih kembali. Ini penting untuk masa depan tidak hanya Amerika, tetapi peradaban barat secara keseluruhan," tambahnya.
Wawancara bersama New York Post juga dijadikan Noor sebagai kesempatan dia untuk mengkritik Anggota Kongres Minnesota Ilhan Omar.
“Anda memiliki situasi sekarang di Amerika di mana Anda memiliki orang-orang seperti Ilhan Omar yang secara aktif membenci negara Anda,” kata Noor.
“Merupakan suatu kehormatan untuk dapat pergi dan tinggal di Amerika Serikat dan memanfaatkan semua peluang sebaik-baiknya. Jika dia sangat membencinya, kenapa dia tidak pergi?" tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.