Mahfud: Terjadi 300 Pelanggaran Protokol Kesehatan dalam Tahapan Pilkada, 59 Bapaslon Positif Covid-19

Menkopolhukam Mahfud MD di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Senin (31/08/2020). - Suara.com
09 September 2020 21:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sedikitnya 300 pelanggaran terkait protokol kesehatan Covid-19 yang terjadi selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berlangsung.

Laporan itu diterima oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Selain itu, puluhan peserta Pilkada kata Mahfud, juga dikabarkan positif terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan di Tugu & Malioboro Disuruh Menyapu Jalan Selama 15 Menit

Informasi tersebut didapatkan Mahfud atas laporan dari pihak penyelenggara pemilu baik dari KPU maupun Bawaslu.

"Kurang dari 300 peristiwa pelanggaran yang pada umumnya kerumunan-kerumunan," kata Mahfud usai melangsungkan rapat koordinasi di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).

Selain pelanggaran, Mahfud juga menerima laporan soal peserta Pilkada serentak 2020 yang dinyatakan positif Covid-19. Setiap hari jumlah peserta yang dilaporkan itu kian bertambah.

Baca juga: Mulai Besok Pelanggar Protokol Kesehatan di Sleman Didenda Rp100.000

"Ini tadi jam satu, laporannya bertambah menjadi 46 orang. Dua jam atau satu setengah jam kemudian ini laporan terakhir tadi sudah ada 58 calon yang terinfeksi Covid-19 tersebar di 21 provinsi," ujarnya.

"Sekarang tambah satu lagi, menjadi 59. Jadi bertambah," Mahfud menambahkan.

Dengan laporan tersebut, Mahfud pun memperingatkan akan bahaya dari penyebaran virus yang pertama kali merebak di Kota Wuhan, Hubei, China.

Ia menegaskan kunci untuk memutus rantai penyebaran virus ialah dengan cara disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Itu kuncinya, obat yang paling utama adalah protokol kesehatan, terutama disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jangan berkerumun," pungkasnya.

Sumber : Suara.com