55 Daerah Naik dari Zona Kuning ke Oranye Corona, Jawa Tengah Terbanyak

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers update Covid-19 di Jakarta, Selasa (21/7/2020). - Youtube Setpres
08 September 2020 23:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada 55 kabupaten dan kota di Indonesia mengalami peningkatan risiko penyebaran virus Corona dari zona kuning atau risiko rendah menjadi zona oranye atau risiko sedang.

Sebanyak 55 kabupaten tersebut berasal dari 22 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatra Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan catatan kabupaten dan kota terbanyak yang mengalami perubahan zona dari kuning ke oranye. Di Jawa Tengah ada tujuh kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan zona, yaitu Wonosobo, Sukoharjo, Blora, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Kota Tegal.

BACA JUGA: Lonjakan Covid-19 Sepekan Ini Membuat Kasus Tembus 200.000

Sementara, di Sulawesi Selatan tercatat ada enam kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan zona, yaitu Jeneponto, Barru, Sidenreng Rappang, Pinrang, Luwu, dan Tana Toraja.

“Tentang peta zonasi risiko per 6 september 2020, kondisinya tidak terlalu menggembirakan,” ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa (8/9/2020).

Kabupaten/kota yang berisiko tinggi naik dari 65 pada pekan lalu jadi 70 kabupaten/kota. Kemudian, risiko sedang naik dari 230 menjadi 267 kabupaten/kota.

Adapun, wilayah dengan risiko rendah turun dari 151 daerah menjadi 114 daerah, yang tidak ada kasus turun dari 42 daerah jadi 38 daerah, dan yang tidak terdampak dari 26 daerah jadi 25 daerah.

BACA JUGA: Kasus Pedagang Malioboro Positif Corona Dinilai Jadi Pelajaran Bagi Pelaku Wisata

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat per 6 September sudah ada 310 kabupaten/kota dari total 514 yang kasusnya tercatat di bawah 50 atau sebanyak 60,31 persen.

“Ini adalah prestasi keseluruhan bahwa ada 310 yang kasusnya di bawah 50 dan harus ditekan agar jadi lebih rendah,” kata Wiku.

Sementara itu, ada 74 kabupaten kota yang yang tidak ada kasus aktif dan ada 11 kabupaten/kota yang kasus aktifnya lebih dari 1.000 orang.

Kesebelas kabupaten/kota tersebut antara lain adalah Bekasi 1.025 kasus, Jakarta Utara 1.043 kasus, Depok 1.043 kasus, Surabaya 1.116 kasus, Jakarta Selatan 1.149 kasus, Jakarta Pusat 1.312 kasus.

Kemudian, Makassar 1.363 kasus, Jakarta Barat 1.372 kasus, Jakarta Timur 1.429 kasus, Kota Medan 1.454 kasus, dan Semarang 2.591 kasus.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia