Indonesia Ingin Rebut Kembali Posisi Produsen Kopi Nomor 2 Dunia

Petani memetik kopi robusta di Kawasan Kaki Gunung Galunggung, Kampung Ciakar, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (21/6 - 2020).ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
06 September 2020 06:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JEMBER — Indonesia bertekad meningkatkan produktivitas kopinya hingga merebut kembali posisi sebagai produsen kopi nomor nomor dua di dunia yang kini ditempati Vietnam. Hal ini diMenteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro.

"Peningkatan produksi kopi menjadi salah satu program ekonomi nasional mengingat 96 persen produk kopi Indonesia disumbang oleh perkebunan kopi rakyat," katanya saat menjadi pembicara utama dalam webinar bertema Indonesia Dalam Peta Kopi Dunia: Peluang dan Prospek, Sabtu (5/9/2020) sore.

Baca juga: Disnakertrans DIY Akui Subsidi Gaji Tak Selesaikan Masalah, tapi Bisa Angkat Kesejahteraan

Menurutnya, jika produktivitas kopi naik, dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat, dari petani hingga pelaku usaha di bidang kopi karena saat ini rata-rata produksi kopi per tahun Indonesia mencapai 600.000 ton dari 1,3 juta hektare lahan perkebunan kopi.

“Dari jumlah tersebut, 45 persen diserap pasar dalam negeri, dan sisanya diekspor," kata Bambang.

Dia mengatakan bahwa luas kebun kopi Indonesia lebih besar dibandingkan dengan Vietnam, tetapi Vietnam lebih maksimal mengembangkan kopi hingga menyalip Indonesia sebagai produsen kopi nomor dua di dunia.

Baca juga: Twitter Luncurkan Fitur Baru Untuk Lacak Kutipan

Di sisi lain, petani Indonesia masih menghadapi kendala pada lahan yang terbatas dan masih menjadi tanaman sampingan saja.

"Masalah berikutnya adalah pada tahapan pascapanen sehingga Kemenristek/BRIN melalui LIPI telah mengembangkan berbagai teknologi tepat guna untuk petani kopi," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa salah satu program bantuan teknologi tepat guna yang dimotori oleh LIPI dilakukan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan program itu berhasil melahirkan produk kopi yang dinamakan Aroma Kopi Sumba yang berhasil menyabet gelar juara kopi nasional pada 2017 dan 2018.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Irfan Anwar mengatakan bahwa peningkatan produktivitas kopi perlu menjadi perhatian pemerintah karena luasan kebun kopi Indonesia masih lebih besar daripada Vietnam.

Jika Indonesia memiliki luasan 1,3 juta hektare, Vietnam hanya mempunyai 650.000 hektare, tetapi produktivitas kebun kopi Vietnam masih lebih unggul karena bisa menghasilkan 2,3 ton kopi per hektare, sedangkan di Indonesia maksimal hanya 700 kilogram.

"Tak heran jika Vietnam melesat menjadi penghasil kopi nomor dua di dunia dan produsen nomor satu dunia masih diduduki oleh Brasil, nomor tiga Kolombia dan Indonesia di nomor empat," tuturnya.

Sumber : Antara