Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Virus Corona diyakini telah bermutasi di Indonesia sehingga menular lebih cepat.
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif ikut mengomentari kabar adanya strain atau virus corona penyebab sakit Covid-19 yang bermutasi 10 kali lebih cepat menular di Indonesia. Ia menilai itu adalah hal yang biasa terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.
"Mutasi virus biasa aja, dia memang punya karakter shifting dan drifting, shifting dia antar virus itu bisa pertukaran genetik, bahkan bisa hybrid dia, bahkan bisa kawin. Kalau drifting itu rantai basa perubahan protein permukaan virus, itu hal biasa aja, apalagi dalam situasi wabah begini," ujar Syahrizal Syarif saat dihubungi suara.com-jaringan Harianjogja.com, Senin (31/8/2020).
Menurut Syahrizal virus bisa bermutasi saat memasuki manusia ke manusia lain yang berbeda. Mengingat, itu virus yang bisa hidup dan berkembang biak, maka manusia tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah atau menghambat terjadinya mutasi itu.
"Ini tanpa perlu khawatir atau panik, dan tidak ada yang bisa kita lakukan," jelas dia.
Sedangkan jenis strain D614G yang ditemukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yang dianggap menular 10 kali lebih cepat tapi bergejala lebih ringan, Syahrizal tidak bisa memastikan hal tersebut dan harus diteliti lebih jauh.
Sebagai epidemiolog, hingga kini Syahrizal sama sekali tidak melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia bukan karena perbedaan jenis strain virus yang menginfeksi, melainkan karena banyak atau sedikitnya pemeriksaan spesimen di masyarakat.
"Jadi kalau peningkatan kasus saat ini meningkat, apakah karena mutasi itu saya kira tidak,karena memang situasi saat ini pemeriksaan spesimen masih terbatas" tegasnya.
Mengomentari penelitian Eijkman, Syahrizal juga sama sekali tidak mendengar Eijkman membuat pernyataan penyebaran D614G di Indonesia apakah mayoritas atau minoritas.
"Eijkman hanya menemukan strain virus yang kemungkinan menular lebih cepat, tapi tidak kemudian membuat seluruh strain yang mendominasi adalah virus itu kan? Tidak. Saya kira tidak sejauh itu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.
Marwan/Aisyah menghadapi wakil Denmark di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka memilih bermain tanpa beban.
Rodri resmi pindah ke Barcelona setelah tujuh tahun bersama Man City. Meski pergi, dia memastikan hatinya tetap untuk The Citizens.