2,5 Juta Pekerja Akan Terima Bantuan Rp600.000 pada 28 Agustus

Sejumlah buruh pabrik pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2020). - Antara/Fauzan
25 Agustus 2020 05:27 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan bantuan subsidi gaji dapat mulai disalurkan pada 28 Agustus kepada 2,5 juta pekerja yang data rekeningnya telah diterima per Senin (24/8/2020).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengemukakan kementerian bakal melakukan validasi pada data gelombang pertama kepada perbankan. Merujuk pada petunjuk teknis program ini, validasi dilakukan paling lama 4 hari sejak data diterima.

BACA JUGA: Perjuangkan Nasib Buruh, Serikat Pekerja di DIY Mengaku Didiskirimansi oleh Perusahaan

"Kami akan check list untuk kesesuaian dengan data perbankan. Setelah itu kami serahkan ke KPPN [Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara] untuk pencairan uang dan penyaluran ke bank-bank untuk ditransfer langsung ke rekening penerima," kata Ida dalam konferensi pers di kantornya, Senin (24/8/2020).

Penyerahan data pekerja yang menenuhi kriteria dari BPJS Ketenagakerjaan sendiri bakal dilakukan secara bertahap. Ida mengatakan hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pengawasan dan validasi. Adapun jumlah data calon penerima yang akan divalidasi pada gelombang pertama adalah sebanyak 2,5 juta data untuk mulai disalurkan pekan ini.

BACA JUGA: Surga Tersembunyinya Pasar Beringharjo. Pernah ke Sini?

"Kami membutuhkan waktu untuk mengecek karena 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit. Kami menargetkan bisa mulai transfer mulai akhir Agustus ini," ujar Ida.

Kementerian pun menargetkan proses validasi data dan penyaluran bantuan kepada 15,7 juta penerima dapat dirampungkan pada akhir September.

BACA JUGA: Kesulitan Belajar Online, Siswa di Gunungkidul Belajar Pakai Handy Talky

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebutkan pihaknya telah menghimpun 13,7 juta rekening pekerja calon penerima bantuan. Sejauh ini, pihaknya tengah melakukan proses verifikasi dan pencocokan data rekening pekerja dengan basis data milik 127 bank.

"Dari 13,7 juta yang sudah tervalidasi 10 juta. Kami serahkan hari ini 2,5 juta secarw bertahap untuk mempermudah rekonsiliasi dan monitoring," tutur Agus.

Dia pun mengimbau agar para pejabat HRD perusahaan untuk segera melaporkan rekening pegawainya jika memenuhi kriteria penerima mengingat masih ada sekitar 2 juta calon penerima bantuan yang datanya belum diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia