Satgas Covid-19 Kirim 1 Juta Masker dan Alat Kesehatan ke Aceh

Pengiriman bantuan alat/alat kesehatan untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam/Ist
24 Agustus 2020 21:47 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengirimkan bantuan alat-alat kesehatan untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Termasuk di dalam bantuan yang dikirimkan dengan menggunakan pesawat khusus itu, satu juta masker kain yang disumbangkan Presiden Joko Widodo.

Presiden dijadwalkan akan berkunjung ke provinsi paling Barat Indonesia pada Selasa (25/8/2020) ini. Presiden akan memantau langsung penanganan Covid-19 di Aceh, sekaligus menyerahkan bantuan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, bantuan alat kesehatan merupakan permintaan Pemerintah Provinsi Aceh.

“Presiden secara khusus menyumbangkan satu juta masker kain untuk dipergunakan masyarakat. Satgas menambahkan dengan mengirimkan 10.000 masker N-95 dan 10.000 masker KN-95 untuk para dokter, di samping 200.000 masker medis untuk para perawat, dan 10.000 pelindung muka,” jelas Doni.

BACA JUGA: Tiga Terdakwa Kasus Susur Sungai Sempor Turi Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Untuk penanganan kesehatannya sendiri, Satgas mengirimkan 5 buah ventilator untuk dipakai di rumah sakit-rumah sakit bagi penderita yang membutuhkan bantuan pernafasan. Di samping itu dikirimkan 1.000 jerigen hand sanitizer yang masing-masing berisi 4 liter.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan terima kasih atas kerja sungguh-sungguh pemerintah daerah di Aceh dalam penanganan virus corona. Secara khusus Doni mengapresiasi Wali Nanggroe Aceh Darussalam Tgk Malik Mahmud yang mengajak masyarakat Aceh untuk menaati protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Peran serta pimpinan daerah untuk mengampanyekan perubahan perilaku merupakan hal yang penting dan dibutuhkan untuk memutuskan penularan covid-19. Apalagi Wali Nanggroe yang menyampaikan ajakan itu melalui televisi,” kata Doni yang berharap langkah seperti itu dilakukan pimpinan di daerah lain. (*)