Mahfud MD Sebut Angka Kemiskinan Naik Jadi 9,7 Persen

Mahfud MD. - Sntarafoto/Reno Esnir
19 Agustus 2020 09:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Angka kemiskinan dinilai terus menurun sejak Indonesia merdeka. Kemiskinan kembali naik saat dilanda wabah virus corona (Covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, angka kemiskinan terus menurun dari setiap era kepemimpinan.

"Karena Indonesia merdeka jumlah orang miskin terus menerus turun. Di zaman kolonial hampir semuanya miskin; awal Orba (1966) 56% miskin; awal reformasi (1998) 18% miskin: akhir pemerintahan SBY (2014) 12% miskin; akhir periode I JKW (2019) 9% miskin. Musim Covid 19 (2020) naik jd 9,7 %," ujar Mahfud dikutip dari akun Twitter @mohmahfudmd, Selasa (18/8/2020).

BACA JUGA : Imbas Covid-19, Angka Kemiskinan Naik 

Dia menuturkan, kemiskinan, korupsi dan ketidakadilan masih terjadi meskipun Indonesia telah merdeka. Di sisi lain, kata dia ada konsistensi kemajuan dari waktu ke waktu. Salah satunya jumlah masyarakat yang bersekolah meningkat dibandingkan sebelumnya.

"Mari bersama-sama kita jaga dan rawat kemerdekaan Indonesia sebagai berkat dan rahmat Allah karena kemerdekaanlah kita menjadi seperti kita sekarang, bisa bermimpi dan meraih mimpi dengan bebas. Tidak seperti kita di masa kolonial. Sebelum Indonesia merdeka bermimpi saja tidak boleh," ucapnya.

Mahfud MD mengatakan, awal Orde Baru (1966) angka kemiskinan mencapai 56%. Kemudian, awal reformasi (1998) angka kemiskinan turun menjadi 18%, akhir Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2014) angka kemiskinan turun menjadi 12% dan akhir periode I Joko Widodo (2019) angka kemiskinan turun menjadi 9%.

BACA JUGA : Pandemi Covid-19 Bisa Bikin 12 Juta Orang Indonesia Jatuh

"Musim Covid 19 [2020] naik jadi 9,7 %," ujar Mahfud.

Menurutnya, kemiskinan belum sepenuhnya hilang di Indonesia, namun kemajuan secara konsisten terus tumbuh. Bahkan, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan semakin terbuka. Indikasinya, kata dia jumlah masyarakat yang bersekolah meningkat jika dibandingkan sebelumnya.

"Mari bersama-sama kita jaga dan rawat kemerdekaan Indonesia sebagai berkat dan rahmat Allah karena kemerdekaanlah kita menjadi seperti kita sekarang, bisa bermimpi dan meraih mimpi dengan bebas. Tidak seperti kita di masa kolonial. Sebelum Indonesia merdeka bermimpi saja tidak boleh," ucapnya.

Sumber : inews.id