Advertisement
Garuda Minta Syarat Penghapusan Rapid Test dan Swab Dikaji
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) meminta rencana penghapusan rapid test dan swab sebagai syarat naik pesawat dikaji lagi.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputa mengatakan dengan dihilangkannya rapid test, penumpang dapat lebih mudah masuk ke bandara seperti pada masa normal dan hanya tinggal melakukan check in.
Advertisement
Namun di sisi lain, dia mengemukakan cukup memungkinkan akan ada metode atau tes lain yang dapat menggantikan rapid dan swab test.
“Kami hanya bilangnya terkait rencana rapid test dihilangkan buat naik pesawat itu kami mohon untuk review lagi. Ditinjau kalau sumber kasusnya rendah pasti masyarakat juga mau liburan kan. Tapi balik ya tergantung yang lain dan situasinya memang,” jelasnya, kepada JIBI, Selasa (18/8/2020).
Sementara itu, Direktur Operasi Citilink Erlangga Sakti mengandaikan apabila persyaratan rapid test ditarik, masyarakat harus memiliki keyakinan dengan situasi dan kondisi yang memang sudah aman.
Dia melanjutkan menjadi upaya dari para pemangku kepentingan terkait dimulai dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga Kemenkes agar bisa memberikan rasa aman sehingga animo bisa meningkat.
“Kalau masyarakat sudah bisa seperti itu industri penerbangan bisa tumbuh dengan sendirinya. Kondisi sekarang saja sudah bisa di atas 40 persen. Perlahan bisa meningkat terus,”ujarnya.
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan sebelum mengimplementasikan wacana menghapus rapid test dan swab, pemangku kepentingan harus dapat mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
“Lihatnya di sisi apa sih jaminan kesehatan apa terbangnya. Kalau dominan untuk terbangnya hal persyaratan tadi bisa dievaluasi,”ujarnya.
Namun secara prinsip, tekan awal, saat ini kedisiplinan masing-masing pelaku mulai dari yang hendak terbang dan mempersiapkan terbang harus lebih dulu terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Jelang Ramadan 2026, Sleman Diprediksi Surplus Cabai dan Daging
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- BI Buka Penukaran Uang Baru Idul Fitri 2026 Online
- Jam Sekolah Ramadan 2026 Sleman Dipangkas
- SU7 Tamat, Xiaomi Siapkan EV Generasi Anyar
- Terkendala Teknis, Apple Tunda Rilis Siri AI ke Pertengahan 2026
- Bantul Perketat Pengawasan Ternak Cegah Lonjakan PMK
- Ratusan Ribu Unit BMW Kena Recall akibat Risiko Kebakaran
- YIA Jadi Embarkasi Haji 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
Advertisement
Advertisement







