Punya Ranking Akademik Teratas, Calon Taruna Akpol Gagal karena Posiitf Covid-19

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
09 Agustus 2020 14:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini viral di media sosial adanya calon taruna dan taruni yang gagal seleksi karena terkena Covid-19. Polri pun membenarkan kabar tersebut.

Polri menyampaikan bahwa calon taruna dan taruni akademi kepolisian (Akpol) tahun 2020 dari Polda Kepulauan Riau tidak diloloskan karena positif Covid-19. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa Polri merasa kehilangan calon taruna dan taruni Akpol 2020 terbaiknya lantaran dinyatakan positif covid-19 beberapa waktu lalu.

Menurut Argo calon taruna dan taruni yang tidak diloloskan tersebut memiliki prestasi dan ranking teratas di bidang akademis, namun tersandung Covid-19.

"Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” tutur Argo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga: Epidemiolog Menilai Rapid Test Corona untuk Penumpang Pesawat Boleh Ditiadakan

Argo menjelaskan bahwa kasus gagal lolos calon taruna dan taruni Akpol 2020 tersebut tidak hanya terjadi di Polda Kepulauan Riau saja, tetapi juga di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur, lantaran dinyatakan positif covid-19.

"Juga ada yang di pulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan untuk seleksi di Pusat, nanti dikhawatirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular Covid-19,” katanya.

Argo mengimbau seluruh panitia seleksi taruna dan taruni Akpol 2020 di setiap Polda gandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan menerapkan protokol kesehatan selama proses seleksi.

Menurut Argo seleksi taruna dan taruni Akpol 2020 atau di masa pandemi Covid-19, tidak hanya dinilai dari kesehatan, jasmani, psikologi dan akademik saja, tetapi juga harus dinyatakan bebas dari covid-19.

"Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes juga harus dilakukan penyumpahan dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) disetiap perwakilan daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, gagalnya calon taruna dan taruni Akpol 2020 berprestasi dan ranking pertama dari Polda Kepulauan Riau itu sempat viral di media sosial karena diposting oleh pemilik akun media sosial dengan nama akun @siap_abangjagoo.

Akun tersebut membeberkan ada calon taruna dan taruni Akpol 2020 yang harus mengurungkan niat untuk menjadi anggota Polri lantaran tersandung covid-19.

Sumber : bisnis.com