Data Generasi Muda Terinfeksi Corona Naik 3 Kali Lipat dalam 5 Bulan

Pasien virus corona - Antara
05 Agustus 2020 11:47 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Generasi muda yang pergi ke klub dan pantai telah menjadi sarana peningkatan kasus virus corona baru di seluruh dunia. Bahkan, proporsi anak muda berusia 15 hingga 24 yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat dalam waktu sekitar 5 bulan.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (5/8) sebuah analisis yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) terhadap 6 juta infeksi antara 24 Februari hingga 12 Juli, menemukan bahwa proporsi anak muda naik menjadi 15 persen dari sebelumnya hanya 4,5 persen.

Terlepas dari jumlah kasus di Amerika Serikat yang memimpin infeksi global dengan 4,8 juta kasus, negara-negara Eropa seperti Spanyol, Jerman, dan Perancis serta negara-negara Asia seperti Jepang, juga menyatakan bahwa banyak dari mereka yang baru terinfeksi adalah kaum muda.

BACA JUGA : Survei: Anak Muda Yakin Pandemi Covid-19 di Indonesia

“Orang-orang yang lebih muda cenderung kurang waspada tentang penggunaan masker dan jarak sosial,” kata Nesya Ernst, manajer perawat di unit biocontainment Johns Hopkins Hospital, Maryland, kepada Reuters melalui email.

Dia menambahkan bahwa perjalanan yang dilakukan anak muda meningkatkan peluang untuk terinfeksi sekaligus menyebarkan Covid-19. Menurunnya, generasi muda juga lebih cenderung pergi bekerja di komunitasnya, ke pantai, kelab, atau membeli bahan makanan.

Lonjakan kasus baru yang disebut sebagai gelombang kedua infeksi telah mendorong beberapa negara untuk kembali melakukan pembatasan dalam perjalanan dan mobilitas, bahkan ketika perusahaan farmasi tengah berlomba mengembangkan vaksin agar bisa menghentikan pandemi ini.

Analisis dari WHO menemukan sekitar 4,6 persen dari mereka yang berusia 5-14 tahun telah terinfeksi, naik dari persentase sebelumnya yakni 0,8 persen. Para ahli kesehatan masyarakat banyak yang khawatir bahwa pembukaan kembali sekolah mungkin menyebabkan lonjakan kasus baru.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 di Jogja Makin Dekat ke Transmisi Lokal 

Anthony Fauci, ahli penyakit menular terkemuka mendesak generasi muda untuk terus menjaga jarak sosial, menggunakan masker, dan menghindari keramaian. Dia juga gencar mengingatkan bahwa orang tanpa gejala juga dapat menyebarkan virus corona baru ini.

Sejumlah ahli kesehatan lain di berbagai negara juga telah mendesak langkah-langkah serupa ketika mereka melaporkan bahwa golongan muda yang terinfeksi menunjukkan beberapa gejala dari penyakit Covid-19.

“Kami sudah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya terus. Generasi muda tidak kebal terhadap penyakit ini. Anak muda dapat terinfeksi, anak muda bisa meninggal, dan anak muda bisa menularkan virus kepada orang lain,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia