Advertisement

Longsor Sampah di TPST Bantargebang, 3 Orang Tewas

Jumali
Minggu, 08 Maret 2026 - 20:57 WIB
Jumali
Longsor Sampah di TPST Bantargebang, 3 Orang Tewas Tangkapan layar

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Longsoran sampah di TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menewaskan tiga orang pada Minggu (8/3/2026). Korban dilaporkan tertimbun material sampah di area tempat pengolahan tersebut.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Kantor SAR Jakarta menyatakan ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka diketahui merupakan pemilik warung serta sopir truk yang berada di lokasi saat kejadian.

Advertisement

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan korban meninggal dunia masing-masing bernama Enda Widayanti (25), Sumine (60), serta Dedi Sutrisno yang berprofesi sebagai sopir truk.

“Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Desiana menambahkan tim SAR masih melakukan pendataan di lokasi kejadian karena diduga masih terdapat kendaraan truk sampah dan bangunan warung yang tertimbun material longsor.

“Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” katanya.

Dalam proses penanganan, Kantor SAR Jakarta mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Bekasi bersama tim dari BPBD Kota Bekasi dan BPBD Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi di lokasi.

Longsor Diduga Dipicu Hujan Deras

Peristiwa tersebut sebelumnya ramai dibahas di media sosial setelah sebuah video diunggah akun Instagram @lbj_jakarta.

Video itu memperlihatkan gundukan sampah di Bantargebang kembali longsor hingga menimbun beberapa truk yang berada di area tersebut.

Dalam unggahan itu disebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Longsor diduga dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak siang hari.

Kondisi tumpukan sampah yang telah mencapai ketinggian kritis disebut membuat struktur gundukan menjadi tidak stabil. Material sampah kemudian meluncur turun hingga menutup akses jalan dan menimbun truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar

30 Persen Talud Sungai di Jogja Rusak, Perbaikan Capai Rp100 Miliar

Jogja
| Rabu, 11 Maret 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement