BPOM Siapkan Rp509 Miliar untuk Awasi Keamanan Menu MBG Usai Banyak Kasus Keracunan
BPOM menyiapkan Rp509 miliar untuk mengawasi keamanan pangan MBG 2027, mulai bahan baku, distribusi hingga penelusuran kasus.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, KENDAL—Gara-gara menolak cinta seorang pria, perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mendapat teror kiriman barang yang tidak pernah dipesannya selama hampir dua tahun. Titik Puji Rahayu, nama perempuan itu, sampai stres berat dan mengungsi.
Teror order fiktif ini terus dialamatkan kepada Titik, walaupun dia sempat pindah ke Kota Batam, Kepulauan Riau.
Dalam video amatir yang diunggah di media sosial, tampak sebuah mobil dengan muatan buah-buahan mengantarkan pesanan ke Titik. Sesampai di tujuan, pengirim barang ditolak karena pemilik alamat yang dituju merasa tidak pernah memesan atau meminta dikirim.
Teror semacam ini sudah sering dialami Titik, bahkan pernah sampai belasan kali dalam satu hari. Titik mulai menerima teror saat bekerja di Semarang. Dia mendapat dua hingga tiga kiriman telepon genggam.
Titik menolak membayar dan memilih mengembalikan orderan tersebut karena merasa tak pernah memesan. Titik beberapa kali sempat ribut dengan pengantar pesanan karena banyak barang dikirim dari luar kota dan kurir meminta bayaran.
Namun setelah diberi pengertian oleh orang tua Titik, si kurir bisa mengerti dan menyadari adanya penipun. "Pengirim barang ada yang dari Wonosobo, Bandung. Bahkan ada yang dari Sumatra," kata Titik.
Barang-barang yang dikirim adalah telepon seluler, peralatan rumah tangga, manggis, anggur, mangga, kelapa. Buah-buahan yang dikirim pun mencapai 1 ton lebih setiap pengiriman.
Teror pesanan fiktif itu tak berhenti meski Titik pindah dari Desa Jungsemi dan ke Batam, Kepulauan Riau.
Di kota perantauan itu pun banyak kiriman barang yang tidak pernah dia pesan dan diminta untuk membayarnya. Titik mengaku tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut. Namun, Titik mencurigai seorang pria.
Menurut dia, pernah ada seorang teman yang suka kepadanya. Namun, Titik menolaknya. Kemungkinan karena sakit hati, pria tersebut meneror Titik dengan pesanan barang tersebut.
Karena tidak nyaman, Titik telah melaporkan teror ini ke Polsek Kangkung, Polres Kendal hingga ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.
Namun hingga kini, masalah ini belum selesai. Titik masih mendapat banyak kiriman barang. Untuk sementara waktu, Titik mengungsi ke rumah kerabatnya.
Kepala Desa Jungsemi Dasuki menduga teror order fiktif ini dilakukan oleh orang yang sakit hati kepada Titik Puji Rahayu.
Dasuki yang pernah membantu menyelesaikan masalah ini malah mendapay teror. Foto istrinya diunggah ke media sosial lengkap dengan nomor telepon.
*Berita ini telah dimuat di okezone.com dengan judul Kisah Perempuan Kendal Diteror Order Fiktif Selama 2 Tahun Gara-Gara Tolak Pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
BPOM menyiapkan Rp509 miliar untuk mengawasi keamanan pangan MBG 2027, mulai bahan baku, distribusi hingga penelusuran kasus.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 September 2026, lengkap rute, tarif Rp12.000–Rp26.000, serta jam keberangkatan.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.