Netanyahu Desak AS Serang Iran Lagi, Trump Masih Utamakan Dialog
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, KENDAL—Gara-gara menolak cinta seorang pria, perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mendapat teror kiriman barang yang tidak pernah dipesannya selama hampir dua tahun. Titik Puji Rahayu, nama perempuan itu, sampai stres berat dan mengungsi.
Teror order fiktif ini terus dialamatkan kepada Titik, walaupun dia sempat pindah ke Kota Batam, Kepulauan Riau.
Dalam video amatir yang diunggah di media sosial, tampak sebuah mobil dengan muatan buah-buahan mengantarkan pesanan ke Titik. Sesampai di tujuan, pengirim barang ditolak karena pemilik alamat yang dituju merasa tidak pernah memesan atau meminta dikirim.
Teror semacam ini sudah sering dialami Titik, bahkan pernah sampai belasan kali dalam satu hari. Titik mulai menerima teror saat bekerja di Semarang. Dia mendapat dua hingga tiga kiriman telepon genggam.
Titik menolak membayar dan memilih mengembalikan orderan tersebut karena merasa tak pernah memesan. Titik beberapa kali sempat ribut dengan pengantar pesanan karena banyak barang dikirim dari luar kota dan kurir meminta bayaran.
Namun setelah diberi pengertian oleh orang tua Titik, si kurir bisa mengerti dan menyadari adanya penipun. "Pengirim barang ada yang dari Wonosobo, Bandung. Bahkan ada yang dari Sumatra," kata Titik.
Barang-barang yang dikirim adalah telepon seluler, peralatan rumah tangga, manggis, anggur, mangga, kelapa. Buah-buahan yang dikirim pun mencapai 1 ton lebih setiap pengiriman.
Teror pesanan fiktif itu tak berhenti meski Titik pindah dari Desa Jungsemi dan ke Batam, Kepulauan Riau.
Di kota perantauan itu pun banyak kiriman barang yang tidak pernah dia pesan dan diminta untuk membayarnya. Titik mengaku tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut. Namun, Titik mencurigai seorang pria.
Menurut dia, pernah ada seorang teman yang suka kepadanya. Namun, Titik menolaknya. Kemungkinan karena sakit hati, pria tersebut meneror Titik dengan pesanan barang tersebut.
Karena tidak nyaman, Titik telah melaporkan teror ini ke Polsek Kangkung, Polres Kendal hingga ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.
Namun hingga kini, masalah ini belum selesai. Titik masih mendapat banyak kiriman barang. Untuk sementara waktu, Titik mengungsi ke rumah kerabatnya.
Kepala Desa Jungsemi Dasuki menduga teror order fiktif ini dilakukan oleh orang yang sakit hati kepada Titik Puji Rahayu.
Dasuki yang pernah membantu menyelesaikan masalah ini malah mendapay teror. Foto istrinya diunggah ke media sosial lengkap dengan nomor telepon.
*Berita ini telah dimuat di okezone.com dengan judul Kisah Perempuan Kendal Diteror Order Fiktif Selama 2 Tahun Gara-Gara Tolak Pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.