Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN
Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengawasan pengadaan batu bara PLN untuk menjaga pasokan energi dan ketahanan listrik nasional.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, KENDAL—Gara-gara menolak cinta seorang pria, perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mendapat teror kiriman barang yang tidak pernah dipesannya selama hampir dua tahun. Titik Puji Rahayu, nama perempuan itu, sampai stres berat dan mengungsi.
Teror order fiktif ini terus dialamatkan kepada Titik, walaupun dia sempat pindah ke Kota Batam, Kepulauan Riau.
Dalam video amatir yang diunggah di media sosial, tampak sebuah mobil dengan muatan buah-buahan mengantarkan pesanan ke Titik. Sesampai di tujuan, pengirim barang ditolak karena pemilik alamat yang dituju merasa tidak pernah memesan atau meminta dikirim.
Teror semacam ini sudah sering dialami Titik, bahkan pernah sampai belasan kali dalam satu hari. Titik mulai menerima teror saat bekerja di Semarang. Dia mendapat dua hingga tiga kiriman telepon genggam.
Titik menolak membayar dan memilih mengembalikan orderan tersebut karena merasa tak pernah memesan. Titik beberapa kali sempat ribut dengan pengantar pesanan karena banyak barang dikirim dari luar kota dan kurir meminta bayaran.
Namun setelah diberi pengertian oleh orang tua Titik, si kurir bisa mengerti dan menyadari adanya penipun. "Pengirim barang ada yang dari Wonosobo, Bandung. Bahkan ada yang dari Sumatra," kata Titik.
Barang-barang yang dikirim adalah telepon seluler, peralatan rumah tangga, manggis, anggur, mangga, kelapa. Buah-buahan yang dikirim pun mencapai 1 ton lebih setiap pengiriman.
Teror pesanan fiktif itu tak berhenti meski Titik pindah dari Desa Jungsemi dan ke Batam, Kepulauan Riau.
Di kota perantauan itu pun banyak kiriman barang yang tidak pernah dia pesan dan diminta untuk membayarnya. Titik mengaku tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut. Namun, Titik mencurigai seorang pria.
Menurut dia, pernah ada seorang teman yang suka kepadanya. Namun, Titik menolaknya. Kemungkinan karena sakit hati, pria tersebut meneror Titik dengan pesanan barang tersebut.
Karena tidak nyaman, Titik telah melaporkan teror ini ke Polsek Kangkung, Polres Kendal hingga ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.
Namun hingga kini, masalah ini belum selesai. Titik masih mendapat banyak kiriman barang. Untuk sementara waktu, Titik mengungsi ke rumah kerabatnya.
Kepala Desa Jungsemi Dasuki menduga teror order fiktif ini dilakukan oleh orang yang sakit hati kepada Titik Puji Rahayu.
Dasuki yang pernah membantu menyelesaikan masalah ini malah mendapay teror. Foto istrinya diunggah ke media sosial lengkap dengan nomor telepon.
*Berita ini telah dimuat di okezone.com dengan judul Kisah Perempuan Kendal Diteror Order Fiktif Selama 2 Tahun Gara-Gara Tolak Pria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengawasan pengadaan batu bara PLN untuk menjaga pasokan energi dan ketahanan listrik nasional.
Samsung resmi menyediakan ChatGPT Enterprise dan Codex untuk karyawan global sebagai bagian dari strategi transformasi AI perusahaan.
Pemkab Gunungkidul tambah Rp270 juta untuk bus sekolah usai kenaikan BBM dexlite yang membuat biaya operasional melonjak.
Aljazair menang 2-1 atas Yordania, Argentina juara Grup J, dan tiket 32 besar ditentukan laga Aljazair vs Austria.
Oracle memangkas 21.000 karyawan di tengah restrukturisasi besar yang dipicu adopsi kecerdasan buatan (AI) di operasional perusahaan.
Lionel Messi masuk tiga besar pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia setelah mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Austria.