Pertemuan DK PBB: Indonesia Angkat Isu Palestina dan ISIS

Menlu Retno Marsudi - Bisnis/Muhammad Khadafi
17 Juli 2020 09:57 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia akan membahas isu keamanan negara konflik, termasuk Palestina dan ISIS dalam pertemuan presidensi Dewan Keamanan PBB, Agustus mendatang.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama media asing, Kamis (16/7/2020).

BACA JUGA : PBNU Kecam Aneksasi Israel atas Palestina di Tepi Barat

Selama presidensi DK PBB pada Agustus 2020, Indonesia akan mengadakan 14 pertemuan terkait situasi konflik termasuk, Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon, Somalia, Korea Utara.

Pada isu Palestina, Indonesia akan kembali menegaskan dukungannya dan mengajak komunitas internasional untuk menolak aneksasi Israel.

"Kita juga akan melakukan pertemuan dengan Sekjen [PBB terkait] ISIS lantaran kita adalah ketua komite sanksi ISIS dan Al Qaeda. Ini menjadi pertemuan terbesar antiterorisme pada DK PBB," tutur Menlu.

BACA JUGA : Sekjen PBB Desak Israel Batalkan Aneksasi Palestina 

Indonesia juga akan mengikuti laporan strategis dari Sekjen PBB terkait ISIS.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu anggota tidak tetap DK PBB pada 2019 - 2020.

"Pertemuan tersebut di antaranya, pertemuan pandemi dan melestarikan perdamaian, keterkaitan antara perlawanan terorisme dan organisasi kejahatan," kata Menlu.

BACA JUGA : 27 Ormas Se-Jogja Gelar Aksi Dukung Palestina

Sebagai langkah awal, Indonesia akan memprakarsai draf dokumen DK PBB dalam melawan terorisme, rehabilitasi, dan reintegrasi atau disebut PRR

Selain itu, pertemuan ini akan membahas ancaman keamanan siber yang banyak terjadi pada sarana infrastruktur publik seperti di rumah sakit dan bandara.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia